Sosialisasikan Program Bedah Rumah, Sekda Pati Suharyono: Tidak Ada Unsur Politik

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pati Suharyono memberi pengarahan dalam rangka koordinasi awal pelaksanaan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya

Sosialisasikan Program Bedah Rumah, Sekda Pati Suharyono: Tidak Ada Unsur Politik
TRIBUN JATENG/MAZKA HAUZAN NAUFAL
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pati Suharyono memberi pengarahan dalam rangka koordinasi awal pelaksanaan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun Anggaran 2019 dan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Ruang Pragola Setda Pati, Jumat (13/4/2019). 

TRIBUNJAENG.COM, PATI - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pati Suharyono memberi pengarahan dalam rangka koordinasi awal pelaksanaan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun Anggaran 2019 dan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Ruang Pragola Setda Pati, Jumat (13/4/2019).

Turut hadir dalam acara itu Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) dan para perwakilan penerima bantuan stimulan perumahan.

Tujuan BSPS atau lebih dikenal sebagai program bedah rumah ini adalah terbangunnya rumah yang layak huni bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Menurut Suharyono, dalam rangka mengentaskan kemiskinan, pengadaan rumah tidak hanya dari Pemerintah Kabupaten, melainkan juga dari pemerintah provinsi melalui BSPS.

Ia berharap semua bantuan tersebut bisa dipertanggungjawabkan.

"Memang bantuan keuangan ini, khususnya hibah, menjadi sorotan di tahun politik. Tetapi di sini saya yakinkan bahwa tidak ada unsur politik. Program bantuan stimulan perumahan sudah berjalan setiap tahun," terang Suharyono.

Ia pun berharap, sesuai target Bupati Pati Haryanto, tingkat kemiskinan di Kabupaten Pati bisa berkurang dengan adanya bantuan tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) Pati Dadik Sudarmadji mengatakan bahwa kegiatan kali ini merupakan kegiatan awal untuk melaksanakan BSPS.

"Kerangka awal sebelum masuk BSPS adalah pengentasan kemiskinan. Angka kemiskinan Kabupaten Pati pada akhir 2018 mengalami penurunan yang sangat signifikan," terang Dadik.

Lebih lanjut, Dadik menjelaskan bahwa BSPS adalah bantuan stimulan perumahan swadaya yang merupakan bantuan berupa stimulan bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah.

"Kenapa dikatakan stimulan, artinya masyarakat harus berswadaya lagi, baik dalam bentuk tenaga, material, maupun juga uang jika memungkinkan," lanjutnya.

Dadik memaparkan, pada tahun 2017 Kabupaten Pati mendapatkan BSPS di 201 lokasi. Sedangkan pada tahun 2018, pihaknya sudah mengusulkan namun tidak mendapatkan alokasi.

"Dan pada 2019, alhamdulillah mendapatkan 500 lokasi di mana masing-masing desa nantinya akan mendapat alokasi 25 unit atau 25 penerima manfaat. Dan jumlah yang diterima oleh masing-masing penerima manfaat adalah Rp 17,5 juta per rumah," pungkasnya. (mzk)

Penulis: Mazka Hauzan Naufal
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved