Warga Kabupaten Bojonegoro Datangi BPTP Jawa Tengah Untuk Curhat Soal Padi dan Banjir

Sekitar tujuh puluh lima aparatur pemerintahan dan lembaga Desa Kanor, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro mengunjungi BPTP Jawa Tengah

Warga Kabupaten Bojonegoro Datangi BPTP Jawa Tengah Untuk Curhat Soal Padi dan Banjir
TRIBUN JATENG/AMANDA RIZQYANA
Sularno, Peneliti Madya Badan Penerapan Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Tengah bertukar cenderamata dengan Romlah, Kepala Desa Kanor Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro saat melakukan kunjungan pada Minggu (14/4/2019) siang. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Amanda Rizqyana

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Sekitar tujuh puluh lima aparatur pemerintahan dan lembaga Desa Kanor, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro mengunjungi Badan Penerapan Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Tengah yang berada di Karangjati, Bergas, Kabupaten Semarang pada Minggu (14/4/2019) siang.

Kunjungan tersebut merupakan konsultasi terkait proses pembenihan hingga panen padi. Mereka ingin mengetahui cara proses pembenihan, cara membuat bibit, menabur bibit padi, dan tingkat keasaman tanah.

"Wilayah Desa Kanor merupakan wilayah banjir dan kami ingin berkonsultasi untuk jenis padi yang cocok untuk desa kami," ujar Romlah selaku Kepala Desa Kanor, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro.

Pembibitan padi juga menjadi perhatian bagi Romlah karena selama ini mengakui kurangnya pengetahuan untuk pembuatan bibit atau benih padi.

Selama ini para petani membeli bibit padi dari luar untuk ditanam di desanya.

Padahal di wilayah yang ia pimpin selama ini terdapat lebih dari 90% warga yang berprofesi sebagai petani, baik petani pemilik lahan maupun petani buruh.

Untuk itulah ia datang ke BPTP Jawa Tengah untuk bisa berkonsultasi agar Bumdes di desanya bisa mendapatkan ilmu terkait pembibitan padi.

"Di wilayah kami yang memiliki areal persawahan seluas 200 hektar atau 90% luas desa dengan tingkat produksi padi sebanyak 8 ton untuk tiap hektar. Pertanian dan padi merupakan hasil utama di desa kami. Sayangnya kami belum mampu memproduksi bibit padi sendiri. Selama ini kami terkendala untuk proses pembibitan padi," urai Romlah.

Romlah berharap dengan belajar terkait proses pembibitan padi secara swadaya dan mencarikan solusi atas lahan banjir di tempatnya, produksi padi di desanya bisa meningkat lebih tinggi.

Halaman
12
Penulis: amanda rizqyana
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved