Hendi Minta Seluruh PNS Turun Awasi Praktik Politik Uang

Menurut Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah setidaknya ada 6 daerah di Jawa Tengah, yang memiliki kerawanan konflik politik tinggi dalam Pemilu 17 April

Hendi Minta Seluruh PNS Turun Awasi Praktik Politik Uang
ISTIMEWA
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memberikan pengarahan kepada Pegawai Pemkot Semarang saat memimpin apel pagi di halaman Balai Kota 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Menurut Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah setidaknya ada 6 daerah di Jawa Tengah, yang memiliki kerawanan konflik politik tinggi dalam Pemilu 17 April 2019 mendatang. 

Daerah - daerah tersebut antara lain Solo Raya, Banyumas, Temanggung, Pekalongan, Pati, dan Kota Semarang.

Untuk itulah memasuki masa tenang Pemilu ini, Wali kota Semarang Hendrar Prihadi meminta seluruh Pegawai Negeri Sipil Pemerintah Kota Semarang turun mengawal proses pemilu tahun 2019.

Dirinya menekankan agar seluruh jajarannya meningkatkan kepekaan terhadap praktik - praktik kecurangan Pemilu yang mungkin terjadi, salah satunya berupa money politics atau politik uang.

Hal tersebut disampaikannya saat memimpin apel di halaman Balaikota Semarang, Senin (15/4).

Instruksi yang diberikan oleh Wali Kota Semarang tersebut ditegaskan guna mencegah potensi konflik karena adanya proses pemilu yang tidak sesuai aturan berlaku.

“Salah satu yang kita takuti adalah Pemilu berlangsung dengan tidak aman atau geger karena ada kecurangan,” pungkas pria yang juga akrab disapa Hendi itu.

"Kalau hari tenang seperti ini kecurangannya pertama adanya di wilayah money politics, sedangkan yang kedua dalam proses perhitungan suara," jelasnya.

Dia pun menyebutkan bahwa sesuai Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, memberi atau menjanjikan uang serta materi lainnya, secara langsung maupun tidak langsung merupakan pelanggaran kampanye dengan hukuman pidana.

Bahkan secara khusus dalam undang - undang tersebut, bila praktik money politic dilakukan pada masa tenang, maka diancam hukuman penjara paling lama 4 tahun dan denda Rp 48.000.000,-.

Halaman
12
Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved