Nobar Film Ave Maryam, Wali Kota Hendi: Film Ini Dapat Menarik Wisatawan ke Semarang

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menonton bareng film Ave Maryam bersama sang sutradara dan pemain film di E-Plaza, Minggu (14/4/2019) malam.

Nobar Film Ave Maryam, Wali Kota Hendi: Film Ini Dapat Menarik Wisatawan ke Semarang
Tribun Jateng/Eka Yulianti Fajlin 
Wali Kota Semarang berfoto bersama sutradara dan pemain film Ave Maryam di E-Plaza, Minggu (14/4/2019) malam. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menonton bareng film Ave Maryam bersama sang sutradara dan pemain film di E-Plaza, Minggu (14/4/2019) malam.

Hendi, sapaan akrab Wali Kota Semarang, mengapresiasi film yang menonjolkan beberapa lokasi di Kota Semarang, seperti Lawang Sewu dan Kota Lama. Dengan menampilkan beberapa lokasi kota Semarang, film yang mengisahkan seorang biarawati ini sangat menjual Kota Semarang dan dapat menarik wisatawan untuk datang ke Kota Semarang.

"Harapan kami, film ini mampu membawa Semarang lebih ngetop. Orang akan tertarik datang ke Semarang, berwisata ke Semarang," kata Hendi saat meet and greet Wali Kota bersama Pemain Film Ave Maryam, Minggu (14/4/2019) malam.

Menurutnya, film ini akan menjadi sebuah cerita tersendiri bagi Kota Semarang. Dia pun akan terus mendukung perfilman nasional yang mengambil lokasi di Kota Semarang selama menjadi sebuah hal yang positif menceritakan Kota Semarang. Sehingga hal ini bisa menjadi media promosi kota.

"Bentuk dukungan kami, kami membantu pengurusan izin bagaimana caranya agar dipermudah dalam proses pengambilan film seperti di Lawang Sewu," imbuhnya.

Sutradara Film Ave Maryam, Robby Ertanto Soediskam mengatakan, pihaknya mengambil Kota Semarang sebagai lokasi shooting Ave Maryam lantaran lokasi Kota Semarang sangat indah. Ketika Ave Maryam diputar, film yang sebagian besar berlatar Kota Semarang, seperti berlokasi di Eropa dengan bangunan khas Kota Lama. Keberagaman juga sangat terasa di kota ini.

Selain itu, dukungan pemerintah kota (pemkot) juga sangat baik. Selama shooting di beberapa tempat, Pemkot mengerahkan petugas untuk mengamankan jalannya shooting sehingga pengambilan film bisa terkondisikan.

"Suatu hal yang menarik yakni, ketika kami minta izin, Pemkot kerahkan petugas. Pengambilan kota lama yang sepi, itu semua tidak akan ada tanpa wali kota. Senang sekali shooting di sini. Pemerintah sangat welcome," paparnya.

Dikatakannya, Pemkot Semarang juga sangat memelihara kawasan herritage. Banyak peninggalan sejarah yang bernilai tinggi. Melalui film ini dimaksudkan bisa menjadi rekam jejak sebuah kota agar tetap terpelihara. Dia berharap, hadirnya Ave Maryam akan membuat orang ingin berkunjung ke Kota Semarang.

Pemain Film Ave Maryam, Olga Lydia mengaku sangat berkesan shooting di Kota Semarang terutama di Susteran.

"Yang paling berkesan di Susreran. Beruntung shooting di Susteran," ucapnya.

Menurutnya, bangunan Susteran sangat antik, barang-barang kuno juga masih tersimpan rapi. Di tempat tersebut, dia juga belajar dengan para suster yang ada.

Selain berlatar Kota Semarang, film Ave Maryam juga melibatkan artis cilik asal Kota Lumpia, Nathania Angela Widjaja.

Nathania mengaku bangga menjadi satu diantara pemeran film Ave Maryam. Film ini merupakan film pertamanya. Meski masih mengalami kesulitan dalam menghafalkan dialog, film ini menjadi pengalaman tidak terlupakan.

"Kesulitannya menghafal dialog sama susu yang dibawa agak berat," ungkap Nathania yang berperan sebagai pengantar susu dalam film tersebut. (eyf)

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved