Pengembang Perumahan di Jateng Tunggu Kejelasan Rencana Tata Ruang

Padahal RTRW diperlukan untuk pemetaan pembangunan perumahan agar tidak melanggar izin

Pengembang Perumahan di Jateng Tunggu Kejelasan Rencana Tata Ruang
Tribunjateng.com/Desta Leila Kartika
Wakil Ketua Bidang Pertanahan dan Tata Ruang DPD REI Jateng, Djoko Santoso (kanan), dan Marketing Manager Graha Candi Golf, Wibowo Tedjosukmono (kiri), saat melakukan sesi wawancara dengan rekan media. Berlokasi di Galeri Hotel Ciputra Semarang, Minggu (14/4/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pengembang perumahan di Jawa Tengah galau menunggu kejelasan rencana tata ruang wilayah (RTRW) di Provinsi yang belum diselesaikan hingga sekarang.

Padahal RTRW diperlukan untuk pemetaan pembangunan perumahan agar tidak melanggar izin.

Wakil Ketua Bidang Pertanahan dan Tata Ruang DPD REI Jateng, Djoko Santoso mengatakan, belum diselesaikan Perda RTRW tersebut jelas menghambat pembangunan dan investasi yang sangat diperlukan untuk pengembangan wilayah.

Adapun dari 35 Kabupaten/Kota di Jateng, baru dua wilayah yang sudah mendapati kejelasan RTRW, sedangkan 14 wilayah lain masih dalam tahap revisi dan peninjauan RTRW, 14 sudah masuk di Kementerian dan 5 masuk tahapan berikutnya.

"Pengembang sekarang yang menjadi masalah adalah rencana tata ruang di Kabupaten/Kota belum tuntas. Hanya 2 yang sudah tuntas, jadi 35 Kabupaten/Kota, dua yang sudah tuntas dan 33 belum selesai," ujar Djoko, pada tribunjateng.com, usai acara pengundian hadiah pameran Property Expo Semarang periode Januari - Desember 2018, di Mall Ciputra Semarang, Minggu (14/4/2019).

Menurut Djoko, Pemerintah mestinya segera menyelesaikan Perda RTRW tersebut karena ada program 1.500 juta rumah yang digagas Pemerintah.

Pengembang hanya bersifat membantu dan mendukung program-program Pemerintah, sehingga harusnya Pemerintah yang lebih cepat menyelesaikan dan memberikan kemudahan perizinan agar tidak terjadi masalah dikemudian hari.

"Kita harapkan semua segera diselesaikan, kita ada pekerjaan program 1.500 juta rumah, itu mestinya usaha Pemerintah harus menyiapkan perizinan sehingga kita aman untuk investasi," jelasnya.

Ketika Perda RTRW tersebut telah disahkan pengembang akan tahu di mana kawasan-kawasan yang bisa dibangun perumahan.

"Masyarakat perlu rumah, kita perlu suplay rumah, perlu investasi bekaitan pengembang Kabupaten/Kota, jadinya harus segera diselesaikan," ucapnya.

Sementara itu, dalam pengundian hadiah pameran Properti Expo Semarang turut diundi sebanyak 2.300 kupon. Adapun hadiah yang diberikan yakni 10 sepeda motor Yamaha Mio, hadiah hiburan berupa TV LED, Mesin Cuci, Kulkas dan lainnya.

Sedangkan nilai transaksi sepanjang pameran di tahun 2018 tersebut tercatat mencapai Rp 234,8 miliar dari total 286 unit rumah yang terjual. (dta)

Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved