Pengendara di Kota Pekalongan yang Melanggar Dibuat Bingung Tiba-tiba Ditegur Melalui Pengeras Suara

Mayoritas para pengendara yang ditegur olah petugas tidak mengenakan helm, ataupun melewati garis batas saat berhenti di traffic light

Pengendara di Kota Pekalongan yang Melanggar Dibuat Bingung Tiba-tiba Ditegur Melalui Pengeras Suara
Tribunjateng.com/Budi Susanto
Seorang petugas tengah memantau arus lalu lintas di pusat kontrol ATCS Kota Pekalongan, Senin (15/4/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Sejumlah pengendara yang melanggar aturan di Kota Pekalongan, kebingungan saat ditegur oleh petugas Dishub di ruang kontrol gedung Area Traffic Control System (ATCS).

Dari monitor di ruang ATCS, pengendara yang melanggar seperti kebakaran jenggot, kala operator memberi imbauan lewat microphone yang tersambung ke sound sistem yang terpasang di sejumlah jalan protokol Kota Batik.

Mayoritas para pengendara yang ditegur olah petugas tidak mengenakan helm, ataupun melewati garis batas saat berhenti di traffic light.

Di ruang kontrol ATCS sendiri terdapat 15 monitor yang digunakan untuk memantau lalu lintas.

Dijelaskan Fauzan Saifuddin teknisi dan petugas di ATCS Kota Pekalongan, kamera ATCS terpasang di 15 titik jalan protokol yang ada di Kota Batik.

"Kalau jumlah kamera sekitar 35 buah, kamera tersebut kami gunakan untuk memantau arus lalu lintas dan menegur pengguna jalan yang melanggar aturan," paparnya kepada Tribunjateng.com di pusat kontrol ATCS Kota Pekalongan, Senin (15/4/2019).

Menurutnya, dengan adanya teguran melalui ATCS sangat efektif dan membuat efek jera, karena pelanggar merasa malu diingatkan di depan khalayak umum.

"Kamera yang digunakan memiliki teknologi perbesaran ekstrem hingga detail plat nomor kendaraan.

Selain itu, microphone juga tersambung di sound sistem yang ada di traffic light.

Jadi jika ada pelanggar lalu lintas kami bisa tahu detail nomor polisinya, sekaligus mengingatkan penggunaan jalan tersebut," paparnya.

Ia menambahkan, lokasi yang sering terjadi pelanggaran di Kota Pekalongan, ada di perempatan Sorogenen.

"Di simpang Sorogenen kerap terjadi pelanggaran, dan mayoritas pelanggaran tidak menggunakan helm," ujarnya.

Fauzan menjelaskan, petugas yang berjaga di pusat kontrol ATCS dibagi dua shift, yaitu shif pagi dan shift sore.

"Memang untuk keseharian petugas belum bisa 24 jam memantau arus lalu lintas melalui ATCS, namun saat hari besar seperti lebaran, kami siaga 24 jam dengan sistem bergantian," tambahnya. (*)

Penulis: budi susanto
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved