Tim Penggerak PKK Kabupaten Tegal Bagikan 1.500 Kacamata Gratis Pada Siswa SD

Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Tim Penggerak PKK Kabupaten Tegal yang bekerja sama dengan Yayasan Bina Bangsa Jakarta.

Tim Penggerak PKK Kabupaten Tegal Bagikan 1.500 Kacamata Gratis Pada Siswa SD
Tribun Jateng/Akhtur Gumilang
Pelajar di Kabupaten Tegal tengah menjalani pemeriksaan mata. Sebanyak 1.500 kacamata dibagikan secara gratis kepada siswa-siswi tingkat SD ataupun MI yang memiliki gangguan mata di Kabupaten Tegal. Tahap pertama, sebanyak 324 pelajar Sekolah Dasar/Madrasah ibtidaiyah (SD/MI) menerima pemeriksaan mata dan kacamata di Gedung PKK Kabupaten Tegal, Senin (15/4/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Sebanyak 1.500 kacamata dibagikan secara gratis kepada siswa-siswi tingkat SD ataupun MI yang memiliki gangguan mata di Kabupaten Tegal.

Untuk tahap pertama, sebanyak 324 pelajar Sekolah Dasar/Madrasah ibtidaiyah (SD/MI) menerima pemeriksaan mata dan kacamata di Gedung PKK Kabupaten Tegal, Senin (15/4/2019).

Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Tim Penggerak PKK Kabupaten Tegal yang bekerja sama dengan Yayasan Bina Bangsa Jakarta.

Ketua TP PKK Kabupaten Tegal, Sisca Zulistia Sabilillah Ardie menyampaikan, bantuan kacamata gratis itu berasal dari para donatur yang dikoordinir oleh TP PKK Kabupaten Tegal.

Donatur tersebut antara lain berasal dari CSR Bank BNI 46, Ayopeduli.com, Antangin, dan masih banyak lagi.

Sisca menjelaskan, pihaknya juga bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) untuk mendata siswa SD/MI yang mengalami gangguan mata.

Sebelum diberikan kacamata, para siswa itu diperiksa terldahulu.

Selanjutnya, data dari puskesmas didata ulang untuk dikelompokan per kecamatan.

"Dari data yang masuk tersebut, dilakukan pemeriksaan kembali oleh Yayasan Bina Bangsa Jakarta hari ini di Gedung PKK," jelas istri Wakil Bupati Tegal, Sabilillah Ardie.

Ke depan, program itu akan ditingkatkan tidak hanya untuk siswa SD/MI saja, namun untuk para SMP/MTS, bahkan hingga SMA sederajat.

Sementara itu, Ketua Yayasan Bina Bangsa, dr Nizar Shihab menjelaskan, sekitar 8-10 persen anak biasanya membutuhkan kacamata, namun kebayakan dari mereka tidak mengetahuinya.

Jadi, lanjut dia, jika ada penyerahan 1.500 kacamata gratis, seharusnya ada 15.000 anak yang diperiksa matanya.

Nizar menyampaikan setelah anak-anak diperiksa di puskesmas, akan dilakukan pemeriksaan ulang.

"Pemeriksaan ulang dilakukan karena kacamata yang diberikan langsung disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing anak."

"Misalnya ada yang minus 5.0 untuk mata sebelah kanan dan minus 2.0 untuk kiri dan sebagainya" jelasnya. (Tribun Jateng/Akhtur Gumilang).

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: galih pujo asmoro
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved