Bawaslu Demak Sita 73 Bandel Amplop Berisi Rp 150 Ribu dan Poster Caleg di Balaidesa

Bawaslu Demak menemukan sejumlah amplop berisi uang dan kertas bahan kampanye caleg hasil print out berada di Balai Desa Mulyorejo, Demak

Bawaslu Demak Sita 73 Bandel Amplop Berisi Rp 150 Ribu dan Poster Caleg di Balaidesa
Tribunjateng/Alaqsha Gilang Imantara
Ketua Bawaslu Demak, Khoirul Saleh (kanan) dan Komisioner Bawaslu Demak Lispiatun (kiri) menunjukkan barang bukti Amplop berisi uang dan kertas bahan kampanye caleg hasil print out di kantor Bawaslu Demak, Selasa (16/4/2019) malam. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Alaqsha Gilang Imantara

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Bawaslu Demak menemukan sejumlah amplop berisi uang dan kertas bahan kampanye caleg hasil print out berada di Balai Desa Mulyorejo, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak, Selasa (16/4/2019).

Ketua Bawaslu Demak, Khoirul Saleh mengatakan, penemuan itu bermula saat dia bersama komisioner lainnya melakukan pengawasan kecukupan logistik ke sejumlah desa.

Awalnya, dia masuk kantor balai desa ditemui salah seorang yang diduga perangkat desa.

"Saat saya masuk, terdengar dari luar suara orang yang bilang awas ada bawaslu. Ucapan itu membuat saya curiga," ujarnya.

Kecurigaanya ternyata benar. Dia melihat print kertas berisi bahan kampanye. Saat ditanyakan kepada petugas desa tersebut, mereka mengatakan tidak tahu.

Namun kecurigaan semakin kuat, ketika dirinya memalingkan badan, orang tersebut bergegas menurunkan kardus yang semula berada di atas meja dipindah ke bawah meja.

Setelah dicek, kardus berisi poster dua caleg DPRD Jateng dari partai Demokrat dan caleg DPR dari partai Nasdem disertai amplop berisi uang.

Amplop dan kertas bahan kampanye itupun kemudian dibawa Bawaslu Demak sebagai barang bukti.

"Ada 73 bandel amplop yang isinya masing-masing Rp 30 ribu dan 6 amplop berisi Rp 150 ribu," ungkapnya.

Bawaslu Demak melakukan pengambilan barang bukti dan langsung melakukan pembahasan di dalam sentra penegakan hukum terpadu (gakkumdu) yang anggotanya terdiri dari kepolisian dan kejaksaan.

Dijelaskan, menurut informasi yang diterima dari Panwascam, yang bersangkutan merupakan anggota KPPS.

"Tadi saya juga mendapatkan informasi bahwa yang bersangkutan menyatakan mengundurkan diri sebagai anggota KPPS,"tuturnya.

Menurutnya, jika nantinya terbukti melakukan pelanggaran tindak pidana pemilu, pelaku diancam pasal 523 dengan ancaman pidana 4 tahun serta denda maksimal Rp 48 juta.

"Kami masih mempelajari apakah memenuhi unsur pidana pemilu atau tidak,"tuturnya. (agi)

Penulis: Alaqsha Gilang Imantara
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved