Bawaslu Temanggung Amankan Belasan Amplo‎p, Diduga untuk 'Serangan Fajar' Pemilu 2019

‎ Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Temanggung, mengamankan belasan amplop berisi masing-masing uang Rp50.000

Bawaslu Temanggung Amankan Belasan Amplo‎p, Diduga untuk 'Serangan Fajar' Pemilu 2019
TRIBUN JATENG/YAYAN ISRO ROZIKI
Ketua Bawaslu Temanggung, Erwin Nurrachmani, menunjukkan barang bukti dugaan money politics yang disita. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Yayan Isro' Roziki

TRIBUNJATENG.COM, TEMANGGUNG - ‎ Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Temanggung, mengamankan belasan amplop berisi masing-masing uang Rp50.000, serta di dalamnya terdapat ‎gambar calon legislatif (caleg) DPRD Temanggung. Demikian disampaikan Ketua Bawaslu Temanggung, Erwin Nurrachmani.

"Kita amankan dari seorang warga, yang dititipi untuk membagikan amplop-amplop berisi uang tersebut," katanya, Selasa (16/4).

Ia merinci, terdapat 11 amplop berisi masing-masing uang Rp50.000, yang disertai gambar seorang caleg DPRD

Temanggung, daerah pemilihan (Dapil) V, yang meliputi Kecamatan Kandangan dan Kedu. Selain 11 amplop, juga terdapat lima lembar uang Rp50.000 tanpa amplop, tapi juga disertai gambar.

"Sebetulnya ada 18 ya, 11 sudah dimasukkan dalam amplop, lima belum diamplopi, dan dua lembar lagi uang Rp50.000, tapi sudah habis digunakan oleh orang yang dititipi, di mana dari dia kita sita amplop-amplop ini," sambung Erwin.

Disinggung mengenai identitas caleg dan dari mana partai yang bersangkutan berasal, Erwin enggan membeberkannya. "Yang jelas, akan kita berikan teguran kepada yang bersangkutan melalui partainya," ucapnya.

Dituturkan lebih lanjut‎, temuan ini belum bisa dijerat pidana Pemilu, terkait praktik money politics. Sebab, tahapan dan unsur-unsur praktik money politics belum sepenuhnya terlaksana.

"Ini belum sempat dibagikan, jadi belum bisa dijerat pidana. Karena rangkaian peristiwanya belum sempurna," kata dia.

Karena itu, langkah yang diambil Bawaslu Temanggung adalah mengamankan barang-barang yang disita tersebut. Selanjutnya, nanti akan dikembalikan kepada orang, dari mana barang tersebut disita.

"Setelah selesai proses Pemilu, nanti kita kembalikan kepada orang, yang darinya kita mengamankan amplop dan uang ini. Bukan kepada caleg yang gambarnya tertera dalam amplop," ujarnya.

‎Informasi dari lapangan menyebutkan, jajaran Bawaslu yang pertama kali menerima informasi adanya indikasi money politics itu adalah seorang pengawas tempat pemungutan suara (PTPS) di Desa/Kecamatan Kandangan.

Selanjutnya, PTPS tersebut meminta konfirmasi dari seorang warga yang diduga sebagai 'kurir' untuk membagi-bagikan amplop tersebut kepada warga.

Benar saja, saat dikonfirmasi warga tersebut mengaku dititipi oleh seseorang untuk membagi-bagikan amplop tersebut, namun belum sempat dilaksanakan. Hingga akhirnya, amplop-amplop itu disita oleh jajaran Bawaslu Temanggung.

Informasi lain yang diterima, dalam amplop ‎tersebut terdapat gambar caleg dari salah satu partai pengusung pasangan calon presiden-wakil presiden nomor urut 02. Dalam gambar tersebut juga terdapat imbauan untuk mencoblos yang bersangkutan. (yan)

Penulis: yayan isro roziki
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved