Hendi Cek Kesiapan Pemilu 2019, Minta Pasang Tenda dan Tegur Pemilih yang Terlalu Lama di Bilik

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menyambangi sejumlah tempat pemungutan suara (TPS) di Kota Semarang untuk meninjau kesiapan

Hendi Cek Kesiapan Pemilu 2019, Minta Pasang Tenda dan Tegur Pemilih yang Terlalu Lama di Bilik
ISTIMEWA
Walikota Hendi meninjau kesiapan logistik dan panitia TPS 14 Kelurahan Sumurejo, Gunungpati Semarang 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menyambangi sejumlah tempat pemungutan suara (TPS) di Kota Semarang untuk meninjau kesiapan pelaksanaan pemungutan suara Pemilu 2019 di Kota Semarang, Selasa (6/4/2019).

Dengan menggunakan kemeja putih, Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi tersebut bertolak dari kantornya di Jalan Pemuda Kota Semarang mulai pukul 13.00.

Adapun TPS yang menjadi tujuannya antara lain berada di wilayah Tugu, Mijen, Gunungpati, dan Tembalang.

Dalam pantauannya ke sejumlah TPS, dia menekankan agar para panitia pemungutan suara dapat mengantisipasi terjadinya hujan pada hari pencoblosan.

Hal itu diungkapkannya sesuai informasi BMKG Stasiun Klimatologi Semarang, yang memprediksi akan terjadi cuaca berawan hingga hujan ringan mulai pagi hari pada tanggal 17 April 2019.

Untuk itu Hendi meminta agar beberapa TPS dapat menyiapkan tenda jika diperlukan, agar tidak ada hambatan dalam proses pencoblosan.

"Ya menurut BMKG besok berpotensi hujan, karena itu saya minta kepada beberapa KPPS seperti di Tugu tadi untuk bisa siapkan tenda. Kalau sampai banjir tidak saya rasa, tapi tetap ada beberapa TPS yang digeser untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang mungkin bisa menghambat proses pemungutan suara," pesannya.

Terkait antisipasi adanya hambatan dalam pemungutan suara, Hendi juga meminta seluruh Panitia Pemungutan Suara di TPS dapat menegur jika ada pemilih yang terlalu lama berada di bilik suara.

"Saya kira hampir separuh pemilih besok datang ke TPS dengan sudah memiliki pilihan, sehingga saya rasa setiap pemilih seharusnya cukup 1 sampai 3 menit. Kalau ada yang melebihi waktu itu, saya minta untuk KPPS bisa menegur dengan halus, menanyakan siapa tau memerlukan bantuan," tegasnya.

Hendi memastikan, seluruh Panitia Pemungutas Suara (PPS) di Kota Semarang akan menjalankan hal tersebut. Keberanian dan ketegasan PPS untuk menegur pemilih yang terlalu lama berada di bilik suara diperlukan untuk menepis adanya isu sejumlah oknum yang akan sengaja berlama-lama di bilik suara guna menghambat pemilih lain mencoblos.

Halaman
123
Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved