Pemilu 2019

KPU Kendal Bolehkan Pemilih Bawa Catatan ke TPS

Banyaknya peserta Pemilu 2019 membuat warga harus mengingat-ingat nama peserta pemilu yang hendak dipilih.

KPU Kendal Bolehkan Pemilih Bawa Catatan ke TPS
TRIBUN JATENG/DHIAN ADI PUTRANTO
Petugas mengepak surat suara hasil sortir di Gudang KPU Kabupaten Kendal, Selasa (9/4/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dhian Adi Putranto

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Banyaknya peserta Pemilu 2019 membuat warga harus mengingat-ingat nama peserta pemilu yang hendak dipilih.

Bahkan tak jarang nama para peserta pemilu yang panjang membuat warga kesulitan mengingatnya.

Hal itu yang dirasakan oleh Eko Purwanto (35) warga Kecamtan Gemuh. Dirinya mengaku sudah mempunyai pilihan calon yang hendak dipilih, meski tidak hafal nama panjang dari calon tersebut.

"Namanya panjang, jadi lupa. Namun ingat nomor dan nama partainya," ujarnya, Selasa (16/4/2019).

Selain itu jumlah surat suara yang berjumlah lima lembar juga membuat dirinya harus mengingat nama calon peserta dari surat suara lainnya.

"Saya sampai bikin catatan khusus untuk saya bawa saat memilih, agar tidak lupa. Isinya nama partai dan nomor calonnya," tuturnya.

Sementara itu KPU Kendal memperbolehkan masyarakat membawa catatan di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Catatan tersebut digunakan untuk membantu mengingat nama calon peserta pemilu yang hendak masyarakat pilih.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kendal, Hevy Indah Oktaria mengatakan catatan yang diperkenankan dibawa ke TPS hanyalah berupa kertas catatan kecil yang bertuliskan nama atau nomor dari perserta pemilu.

"Hanya catatan kecil yang diperkenankan, bukan berbentuk kertas yang masih bagian dari alat peraga kampanye yang dibagikan oleh para peserta pemilu," ujarnya saat dikonfirmasi oleh Tribun Jateng.

Pihaknya pun menyarankan agar para pemilih pada saat melakukan pencoblosan memastikan bawah surat suara yang mereka coblos sudah tercoblos dengan benar. Menurutnya surat suara dianggap sah apabila surat suara itu tercoblos di dalam kondisi baik dan tidak rusak.

"Surat suara yang tidak ada bekas coblosnya, surat suara yang tercoblos hingga rusak dianggap tidak sah," pungkasnya.(*)

Penulis: Dhian Adi Putranto
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved