Ratusan Napi Lapas Kelas I Semarang Tidak Bisa Mencoblos

Ratusan penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang maupun lapas perempuan Semarang terancam tidak bisa menggunakan hak pilih

Ratusan Napi Lapas Kelas I Semarang Tidak Bisa Mencoblos
Tribun Batam
Ilustrasi Pemilu 2019 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Rahdyan Trijoko Pamungkas
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ratusan penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang maupun lapas perempuan Semarang terancam tidak bisa menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2019.

Kepala Lapas Kelas I Semarang, Dady Mulyadi mengatakan total Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang bisa menggunakan hak pilihnya berjumlah 947 orang.

"Jumlah narapidana saat ini berjumlah 1100, dan tahanan 500 orang," ujarnya. Selasa (16/4).

Dady mengatakan ada total pemilih tetap terus meningkat. Sebelumnya total pemilih tetap di lapas naunganya berjumlah sekitar 800.

"Rata-rata yang belum masuk menjadi Daftar Pemilih Tetap (DPT) dimungkinkan saat masuk ke lapas belum terdata. Karena banyak yang masuk Komisi Pemilihan Umum (KPU) mungkin kualahan juga," jelasnya.

Dady mengatakan ada tujuh Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ada di dalam lapas tersebut. Proses pemilihan akan dimulai pada pukul 07.00.

"Proses pencoblosan yang masuk kategori pemilih. Nanti dipanggil berdasar TPS," tuturnya.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan aparat TNI/ Polri dalam proses coblosan di Lapasnya. Rata- rata pemilih di Lapasnya didominasi kasus narkotika.

"Sebenarnya sudah kita data semua WB-WB (warga binaan) yang ada disini. Rata-rata kasus pidana umum dan narkotika. Yang mendominasi wb narkotika," jelasnya.

Ia mengatakan tidak menutup kemungkinan mengusulkan narapidana kasus tindak pidana korupsi (Tipikor).

Halaman
12
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved