Ratusan Warga Binaan di Pekalongan Terancam Tak Bisa Salurkan Hak Pilihnya

Ratusan warga binaan di Lapas Kelas II A dan Rutan Kelas 2 A Kota Pekalongan belum terverifikasi.

Ratusan Warga Binaan di Pekalongan Terancam Tak Bisa Salurkan Hak Pilihnya
Tribun Jateng/Budi Susanto
Kepala Lapas Kelas II A Kota Pekalongan, Agus Heryanto saat menghadiri acara koordinasi bersama KPU Kota Pekalongan, di Hotel Dafam Pekalongan, Selasa (16/4/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Ratusan warga binaan di Lapas Kelas II A dan Rutan Kelas 2 A Kota Pekalongan belum terverifikasi.

Hal itu bikin mereka terancam tidak bisa menggunakan hak suaranya dalam pemilu.

Kepala Lapas Kelas II A Kota Pekalongan, Agus Heryanto menjelaskan ratusan warga binaan tersebut tak terverifikasi karena tidak memiliki KTP.

"Di Lapas ada 56 warga binaan yang belum terverifikasi, sedangkan di Rutan 155 orang," paparnya, Selasa (16/4/2019).

Ia menerangkan, total keseluruhan warga binaan di Lapas dan Rutan mencapai 500 orang.

"Di Lapas yang sudah menjadi Daftar Pemilih Tetap (DPT) ada 2 orang, dan 57 orang masuk dalam Daftar Pemilih Tambahan (DPTb)."

"Untuk Rutan 7 orang masuk dalam DPT, sedangkan DPTb 223 orang," jelasnya.

Ia menuturkan, pengamalan Pemilu 2014, warga binaan yang tidak terverifikasi bisa menggunakan hak pilihnya, dengan melampirkan fotokopi putusan vonis.

"Semoga saja Pemilu kali ini juga menerapkan sistem yang sama dengan melampirkan fotokopi putusan vonis, karena lumayan banyak warga binaan yang belum terverifikasi," tambahnya. (Budi Susanto)

Penulis: budi susanto
Editor: galih pujo asmoro
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved