Tekan Angka Golput, Sebelum Coblosan Ketum Jaya Nusa Instruksikan Yasinan Ba'da Subuh

Ketua Umum (Ketum) Jama'ah Yasin Nusantara (Jaya Nusa), Idham Cholid, mengingatkan agar masyarakat menyalurkan hak suaranya dalam pemilihan umum

Tekan Angka Golput, Sebelum Coblosan Ketum Jaya Nusa Instruksikan Yasinan Ba'da Subuh
Tribun Jateng/Dhian Adi Putranto
Petugas KPU Kendal melakukan pengecekan terhadap kotak suara untuk menghindari kotak suara yang rusak 

TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - ‎ ‎Ketua Umum (Ketum) Jama'ah Yasin Nusantara (Jaya Nusa), Idham Cholid, mengingatkan agar masyarakat menyalurkan hak suaranya dalam pemilihan umum (Pemilu), Rabu (17/4) besok. Menurutnya, sumbangan satu suara dari masing-masing masyarakat akan turut menentukan masa depan Indonesia mendatang.

"Kami mencium ada upaya sistematis agar angka golongan putih (golput) tinggi. Kami ingatkan kepada Jamaah Yasin, agar jangan sampai golput," kata Idham, kepada Tribun Jateng, Selasa (16/4).

Disampaikan, upaya sistematis agar angka golput tinggi, cenderung merugikan pasangan calon (paslon) presiden-wakil presiden, utamanya paslon nomor urut 01. Untuk itu, ia meminta jamaah untuk menggelar yasinan nanti malam, ba'da maghrib dan besok ba'da subuh secara berjamaah.

"Gelar yasinan di lingkungan masing-masing secara berjamaah, ba'da maghrib dan ba'da subuh, lalu ramai-ramai berangkat ke tempat pemungutan suara (TPS), gunakan hak pilih. Fadilah yasin itu kan mempermudah semua urusan kebaikan," ucapnya.

Ia optimis, gerakan ini akan efektif menekan angka golput. Sebab, menurutnya, meksi merupakan kelompok tanpa bayaran militansi Jaya Nusa cukup tinggi.

"Kita ingatkan juga masyarakat di lingkungan sekitar tempat tinggal jamaah untuk jangan golput. Jamaah akan 'oprak-‎oprak' masyarakat agar gunakan hak pilih," tegas cicit dari tokoh ulama terkemuka Wonosobo, KH R. Abdul Fattah ini.

Menurutnya, militansi jamaah sudah terbukti dalam beragai kesempatan. Dituturkan, belum lama ini saat menggelar bakti sosial (baksos) di Wonosobo, pihaknya bisa mengumpulkan lebih dari 2.000 orang dalam waktu hanya sekitar dua jam.

Diakui, gerakan yasinan ba'da subuh berjamaah juga untuk mengantisipasi adanya pihak-pihak tertentu yang berusaha mengacaukan jalannya Pemilu 2019. Semisal, dengan adanya upaya-upaya mendirikan dapur umum di dekat TPS.

"Itu sejatinya upaya mengacaukan Pemilu, dengan dibungkus hal-hal yang seolah-olah kebaikan atau sedekah. Karena itu, kami minta kepada seluruh jamaah, agar melaporkan ke pihak berwenang bila ada pihak-pihak ‎yang coba melakukan itu," tuturnya.

Sebelumnya, ribuan jamaah yasin di Wonosobo mendeklarasikan dukungannya kepada paslon presiden-wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma'ruf Amin, Senin (8/4) lalu. Turut hadir dalam deklarasi pemenangan total 01 itu, para Ketua DPC/DPD partai pengusung Jokowi-Ma'ruf, di Wonosobo. (*)

Penulis: yayan isro roziki
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved