Telah Ajukan A5, Ribuan Warga Kabupaten Tegal Tidak Nyoblos Di Daerah Asalnya

Sebanyak 2298 warga Kabupaten Tegal tercatat menyoblos di luar daerahnya atau mengajukan form A5 di daerah rantaunya masing-masing.

Telah Ajukan A5, Ribuan Warga Kabupaten Tegal Tidak Nyoblos Di Daerah Asalnya
Humas Polres Blora
Personel Polres Blora mengamankan logistik pemilu 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Sebanyak 2298 warga Kabupaten Tegal tercatat menyoblos di luar daerahnya atau mengajukan form A5 di daerah rantaunya masing-masing.

Mereka yang mengurus pindah memilih untuk Pemilu itu sebagian besar berasal dari kalangan mahasiswa, santri pesantren, maupun pekerja perantau.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tegal Divisi Perencanaan, Data dan Informasi, Adi Purwanto menuturkan, mereka yang merantau itu sudah tercatat sebagai Daftar Pemilih Tambahan (DPTb).

Menurut Adi, diketahuinya jumlah warga yang menyoblos di luar daerah asalnya karena berdasar dari laporan masing-masing KPU tujuan perantau.

"Mereka daftar form A5. Lalu masuk DPTb dan datanya tersinkron dengan kami," kata Adi kepada Tribunjateng.com, Selasa (16/5/2019).

Pemilu: Ronaldo Vs Messi

Sebaliknya, bagi perantau dari daerah lain yang menyoblos di Kabupaten Tegal, Adi menyebut ada sebanyak 1999 orang.

Menurut dia, mereka yang akan menyoblos pada Rabu (17/4/2019) besok adalah dari kalangan santri dan pekerja tugas luar kota.

"Pekerja tugas luar kota seperti tim teknisi PLN, Lembaga survei, dan sejenisnya. Mereka yang daftar form A5 ke kami maksimal sampai H-7 Pencoblosan," pungkasnya.

‎Inisiator JagaPemilu.com: Jelang Coblosan, KPU Harus Makin Profesional

Sementara, Komisioner KPU Divisi Sosisalisasi Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat, Himawan Tri menuturkan, adapun pengurusan pindah memilih bisa maksimal sampai H-1 pencoblosan atau tepat hari ini.

Namun, pengurusan form A5 itu diperuntukan bagi warga yang secara tiba-tiba masuk Rumah Sakit, Rumah Tahanan (Rutan), maupun Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).

Menurut dia, bagi warga penghuni tiga kriteria tersebut bisa mengajukan pindah memilih bahkan hingga saat ini.

"Semisal sakit, pemilih tersebut bisa langsung mengajukan ke KPU untuk pindah memilih atau bahkan TPSnya dibawa ke rumah sakit. Tiga kriteria itu sudah tercantum pada aturan Pemilu," papar Himawan. (gum)

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved