Awasi 2.522 TPS, Bawaslu Batang Sebut 43 TPS Teridikasi Rawan

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) telah mengawasi serta memberikan perhatian khusus terhadap Tempat Pemungutan Suara (TPS)

Awasi 2.522 TPS, Bawaslu Batang Sebut 43 TPS Teridikasi Rawan
dina indri
Ketua Bawaslu Batang, Ahmad Soeharto beserta jajaran Komisioner saat konferensi pers di Kantor Bawaslu, Selasa (16/4/2019). 

TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) telah mengawasi serta memberikan perhatian khusus terhadap Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang dinilai rawan terjadinya pelanggaran.

Dari 2.522 TPS yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Batang terdapat 43 TPS rawan.

Hal itu berdasarkan hasil analisis di lapangan dengan indikator kerawanan yakni TPS yang berdekatan dengan calon legislatif.

"Di semua TPS yang jumlahnya ada 2.522 dan kami awasi dari awal hasilnya ada 43 TPS rawan, sebetulnya ada 49 namun 6 TPS kami pindahkan karena terlalu fekat dengan rumah caleg," tutur Ketua Bawaslu Batang, Ahmad Soeharto saat konferensi pers di Kantor Bawaslu, Selasa (16/4/2019).

Adapun 43 TPS rawan tersebut di antarannya Kecamatan Batang 11 TPS, Bandar 2 TPS, Banyuputih 2 TPS, Bawang 7 TPS, Blado 5 TPS, Limpung 2 TPS, Tersono 3 TPS, Pecalungan 2 TPS, Reban 3 TPS, Tulis 5 TPS dan Warungasem 1 TPS.

Soeharto mengatakan pemetaan rawan TPS di Kabupaten Batang sebagai identifikasi awal untuk melakukan pencegahan dan pengawasan.

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan patroli malam hingga dinihari di semua TPS.

"Kami akan lakukan patroli anti politik uang, ini sebagai pengawasan sekaligus pencegahan adanya politik uang, akan dibagi menjadi dua tim yaitu ke panturan dan ke selatan," ujarnya.

Komisioner Bawaslu Divisi Humas dan Hubal, Mahbrur mengambahkan perhatian dan pengawasan khusus yang dilakukan Bawaslu tidak hanya pada TPS rawan tetapi juga 39 TPS yang terdapat sejarah adanya politik uang.

"Ini juga termasuk rawan, hasil investigasi tim kami ada 37 TPS terbanyak di Kecamatan Warungasem yaitu 10 TPS, dengan sejarahnya pernah melakukan politik uang, harus diawasi dengan optimal," pungkasnya. (din)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved