BERITA LENGKAP: Bawaslu Jaring 25 Kasus Money Politics, Polisi Amankan Mobil Berisi Rp 1,075 Miliar

anji aparat penegak hukum mengintai orang-orang yang diduga akan melakukan transaksi politik uang diwujudkan.

BERITA LENGKAP: Bawaslu Jaring 25 Kasus Money Politics, Polisi Amankan Mobil Berisi Rp 1,075 Miliar
TRIBUN JATENG/WAHYU SULISTIYAWAN
Pemasangan spanduk antipolitik uang warga RT 3 RW 14 Tanjungsari Pedurungan Tengah Semarang, bertuliskan 'Kami Menerima Serangan Fajar' memantik panitia pengawas kecamatan setempat bertindak. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Janji aparat penegak hukum mengintai orang-orang yang diduga akan melakukan transaksi politik uang diwujudkan. KPK dan Satgas melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap beberapa caleg di sejumlah daerah, diduga terkait politik uang atau serangan fajar.

Di Sumatera Utara, Hariro Harahap Wakil Bupati Padang Lawas Utara (Paluta) terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Polres Tapanuli Selatan (Tapsel), Senin (15/4). Dia diduga terlibat politik uang untuk memenangkan istrinya Masdoripa Siregar, calon anggota DPRD Kabupaten Paluta dari Partai Gerindra.

"Benar, yang bersangkutan telah diamankan Polres Tapsel dalam OTT yang dilakukan Tim Satgas Money Politic Polres Tapanuli Selatan, Senin (15/4) sekitar jam 02 pagi tadi," ujar Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja.

Dalam OTT itu, polisi mengamankan 14 orang yang diduga terlibat yakni Wakil Bupati Paluta, Hariro Harahap serta 13 orang lainnya yang merupakan tim sukses.

OTT ini berawal saat Tim Satgas Money Politic Polres Tapanuli Selatan mendapat informasi dari masyarakat terkait adanya bagi-bagi uang untuk memenangkan Masdoripa Siregar, caleg Gerindra. Kemudian polisi melakukan penyelidikan dan menyergap sejumlah orang.

Dari pemeriksaan petugas terhadap empat orang ini, didapat informasi kalau mereka mendapat amplop dan uang dari Fajar Harahap di dalam salah satu rumah di Padang Bolak. Rumah ini merupakan kediaman Masdoripa Siregar dan suaminya Hariro Harahap yang juga Wakil Bupati Paluta.

Petugas juga mengamankan amplop sebanyak 118 buah dengan isi dalam amplop uang bervariasi dengan besaran antara Rp 150.000, Rp 200.000 hingga Rp 300.000, serta satu buah kartu nama Caleg Masdoripa Siregar. Guna pengembangan kasus, ke 14 orang ini dibawa ke Mapolres Tapanuli Selatan untuk pengembangan kasus lebih lanju.

Di Purworejo, caleg juga terjaring OTT karena diduga melakukan money politics. Sejumlah barang bukti telah diamankan petugas. Caleg dari PKS yang merupakan warga Winonglor, Kecamatan Gebang tersebut terkena OTT yang dilaksanakan oleh Baswalu Purworejo bersama tim, Senin (15/4) tengah malam. Yang bersangkutan saat itu diduga tengah melakukan money politics di rumahnya.

"Tadi malam kami patroli bersama stakeholder lain dan menemukan ada dugaan money politics yang dilakukan salah satu caleg berinisial G di rumahnya, usia sekitar 45 tahun," kata Ketua Bawaslu Kabupaten Purworejo, Nur Kholiq, Selasa (16/4).

Dari tangan caleg tersebut petugas mengamankan barang bukti berupa uang tunai senilai Rp 2.750.000, buku dukungan yang memuat daftar calon, satu bendel bahan kampanye berupa kartu nama, dan satu eksemplar buku rekapitulasi uang. Dugaannya, uang tersebut akan dibagikan kepada tim kampanye.

Halaman
1234
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved