Dari 6 Tersangka Kasus Mafia Bola, Hanya Tiga Yang Bisa Nyoblos

Ketiganya yang berasal dari provinsi Jawa Tengah ini mencoblos di TPS yang disediakan khusus di Lapas.

Dari 6 Tersangka Kasus Mafia Bola, Hanya Tiga Yang Bisa Nyoblos
TRIBUN JATENG/KHOIRUL MUZAKKI
Warga binaan Lapas Banjarnegara gunakan hak pilihnya di TPS yang disediakan khusus dalam Lapas, Rabu (17/4/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Tiga dari enam tersangka kasus mafia bola meliputi Johar Lin Eng, anggota Komite Eksekutif PSSI, mantan anggota Komite Wasit Priyanto dan Anik Yuni Artika Sari menggunakan hak pilihnya di Lapas Banjarnegara.

Ketiganya yang berasal dari provinsi Jawa Tengah ini mencoblos di TPS yang disediakan khusus di Lapas.

Tetapi hingga batas waktu pencoblosan selesai, tiga tersangka lain, yakni anggota Komisi Disiplin PSSI Dwi Irianto alias Mbah Putih, staf Direktur Penugasan Wasit PSSI Mansyur Lestaluhu, dan wasit pertandingan Nurul Safarid tidak juga tampak ke TPS.

Ketiganya tidak bisa menggunakan hak pilihnya.

Ketua KPU Banjarnegara Bambang Puji Prasetya mengatakan, pihaknya sebenarnya sudah mengusahakan keenam tersangka kasus mafia bola itu agar dapat menggunakan hak pilihnya.

Tetapi usaha itu menghadapi kendala sehingga hanya tiga yang dapat difasilitasi.

Keenamnya dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Banjarnegara dari Polda Metro Jaya hanya beberapa hari menjelang pencoblosan.

Sementara pihaknya harus bekejaran dengan waktu untuk memfasilitasi mereka agar mendapatkan haknya.

Sayang, hanya tiga yang memenuhi syarat untuk diberikan formulir model A 5 (pindah pemilih).

Dengan alasan provinsi sama, KPU Banjarnegara lebih mudah untuk mengurus memfasilitasi ketiganya melalui koordinasi dengan KPU kabupaten terkait.

Halaman
12
Penulis: khoirul muzaki
Editor: galih pujo asmoro
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved