Distribusi Surat Suara Keliru, Para Caleg Datangi Kantor Kelurahan Kembangarum di Semarang

Kelurahan Kembang Arum yang masuk dalam dapil 6, beberapa TPS mendapatkan surat suara dapil 5 dan dapil 3

Distribusi Surat Suara Keliru, Para Caleg Datangi Kantor Kelurahan Kembangarum di Semarang
Tribunjateng.com/Eka Yulianti Fajlin
PPS mengumpulkan surat suara yg tertukar 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Para calon legislatif (caleg) datangi Kelurahan Kembangarum lantaran terdapat kesalahan distribusi logistik surat suara DPRD Kota di sembilan tempat pemungutan suara (TPS) di Kelurahan Kembangarum, Kecamatan Semarang Barat, Rabu (17/4/2019).

Kelurahan Kembang Arum yang masuk dalam dapil 6, beberapa TPS mendapatkan surat suara dapil 5 dan dapil 3.

Para caleg meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang untuk memberhentikan dan mengulang prosesi pencoblosan.

Caleg Gerindra dapil 6, Abdul Majid mengatakan, jika proses pemungutan suara terus dilanjutkan akan merugikan partai dan caleg. Oleh karenanya, dia meminta TPS di Kembangarum dihentikan.

"Masa kertas suara caleg tidak ada. Warga mau nyoblos nama saya tidak ada namanya di surat suara.

KPPSnya bagaimana? KPUnya bagaimana? Harusnya diberhentikan. Saya sebagai caleg dirugikan. Ini bagaimana?," seru Majid ketika mendatangi kelurahan.

Caleg datangi Kelurahan Kembamgarum untuk meminta proses pemungutan suara dihentikan, Rabu (17/4/2019).
Caleg datangi Kelurahan Kembamgarum untuk meminta proses pemungutan suara dihentikan, Rabu (17/4/2019). (Tribunjateng.com/Eka Yulianti Fajlin)

Tidak hanya Majid, Caleg Golkar dapil 6, M Ali Budi Santoso juga menginginkan hal yang sama. Dia meminta panitia pemungutan suara (PPS) untuk menghentikan TPS yang bermasalah tersebut.

"Kembangarum itu basis saya. Kalau seperti ini saya rugi," tegasnya.

Korcam Saksi Gerindra, Yuli Kristanto pun turut mendatangi Kelurahan Kembangarum. Pihaknya meminta seluruh TPS diberhentikan total. Jika tidak diberhentikan, para saksi partai politik akan memberbentikannya.

"Kami sangat keberatan karena tugas saya adalah pengawalan saksi. Kalau todak berhenti kami akan demo. Kami menemukan beberapa TPS yang salah surat suara, TPS 33, 30, 47 salah dapil 5. Sedangkan TPS 52 salah dapil 3," terangnya.

Ketua KPPS TPS 44, Sularso mengatakan, surat suara DPRD Kota di TPS 44 tertukar yang seharusnya dapil 6 pihaknya mendapatkan dapil 5. Saat ini, PPS telah menghentikan prosesi pemungutan suara.

"Kami menghentikan dulu. Kami menunggu hingga surat suara datang. Yang jadi masalah ternyata tertukar dapil 5. Ternyata dapil 5 bukan dapil 6. Kami belum tahuu surat suara dapil 6 dimana, masih dalam proses lacak," terangnya.

Ketua PPK Semarang Barat, Susanto mengatakan, jika mengulang pemungutan dia tidak berani mengambil kebijakan. Pasalnya hal itu menjadi kebijakan KPU Kota dan provinsi. (eyf)

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved