Pemilu 2019

KPPS di Gemuh Kendal Kenakan Kostum Kesenian Barongan dan Dawangan

Seperti dengan cara mendekorasi TPS menjadi menarik maupun para petugas mengenakan kostum unik.

KPPS di Gemuh Kendal Kenakan Kostum Kesenian Barongan dan Dawangan
Tribun Jateng/Dhian Adi Putranto
Seorang warga tengah mencelupkan jari ke tinta pemilu di TPS 10 Lumpangsari, Kecamatan Gemuh Kendal.  

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dhian Adi Putranto

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Dalam Pemilu 2019, banyak cara yang dilakukan oleh petugas TPS yang ikut memeriahkan hajat besar bangsa Indonesia itu, Rabu (17/4/2019).

Seperti dengan cara mendekorasi TPS menjadi menarik maupun para petugas mengenakan kostum unik.

Seperti yang dilakukan oleh petugas TPS 10 Lumansari, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal.

Untuk menarik minat warga dalam memberikan suara pada Pemilu 2019, para petugas menggenakan pakaian tradisional yang dikenakan dalam kesenian singo barongan dan dawangan.

Ketua KPPS TPS 10 Lumansari, Kumaedi mengatakan ide itu muncul mana kala dalam rapat persiapan pemungutan suara, para anggota KPPS ingin memeriahkan hari pemungutan saura mengenakan kostum kesenian Barongan dan dawangan.

"Ini merupakan inisiatif para anggota KPPS untuk menarik antusias warga dalam memberikan hak suaranya, dan saya pun mencoba mengakomodir dari keinginan para anggota" ujarnya.

Menurutnya jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang terdaftar untuk memilih di TPSnya yakni sebanyak 177 orang. Harapannya dengan mengenakan kostum kesenian barongan dan dawangan itu, seluruh pemilih di TPSnya memberikan suaranya.

"Dalam pelaksanaan sendiri tidak ada kendala, semua berjalan dengan lancar," tambahnya

Sementara itu, warga sekitar, Saiful Kamal mengapresiasi langkah dari Petugas TPS yang mengenakan kostum kesenian barongan dan Dawangan dalam menarik partisipasi masyarakat dalam memberikan hak suaranya.

Menurutnya tak hanya anak muda yang tertarik untuk melakukan pencoblosan di kota kalangan tua pun juga ingin memberikan hak suaranya.

"Ini sangat menarik sekali, sehingga para warga menjadi berduyun-dyun datang ke tps untuk memberikan suara meraka," pungkasnya.(*)

Penulis: Dhian Adi Putranto
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved