KPU Kota Semarang Musnahkan 35.210 Surat Suara

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang memusnahkan 35.210 lembar surat suara

KPU Kota Semarang Musnahkan 35.210 Surat Suara
eka yulianti fajlin
KPU Kota Semarang bersama jajaran KPU Provinsi, Bawaslu Kota Semarang, Forkopimda Kota Semarang membakar surat suara yang tidak layak di halaman Gedung Pandanaran, Selasa (16/4/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang memusnahkan 35.210 lembar surat suara di halaman gedung Pandanaran, Selasa (16/4/2019).

Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom menerangkan, surat suara yang dimusnahkan dengan cara dibakar tersebut adalah surat suara yang tidak layak dan surat suara yang baik namun tidak digunakan.

Surat suara tersebut merupakan surat suara berbagai macam jenis diantaranya surat suara calon presiden dan wakil presiden, DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kota, maupun DPD.

"Yang cukup baik tapi tidak digunakan sebanyak 28.084 sementara yang tidak layak sebanyak 7.126," beber Nanda, sapaan Ketua KPU Kota Semarang.

Dia menjelaskan, surat suara tidak layak tersebut ditemukan selama proses pensortiran. Surat suara dikatakan tidak layak diantaranya karena sobek, cacat, sablon tinta tidak merata, dan banyak bercak warna pada surat suara.

"Saya mengatakan tidak layak karena secara fisik utuh tapi memang tidak layak," ucapnya.

Dia menambahkan, jumlah surat suara yang dimusnahkan itu tidak hanya milik KPU Kota Semarang saja namun juga titipan dari KPU Provinsi Jawa Tengah.

"Ada surat suara cadangan dari Provinsi yang didatangkan dari berbagai kota untuk mengantisipasi kekurangan surat suara. Itu sama sekali belum disentuh dan masih disegel," terangnya.

Komisioner Divisi Perencanaan dan Logistik KPU Jateng, Ikhwanuddin menerangkan, sebanyak 35. 210 surat suara yang dimusnahkan memang bukan hanya milik KPU Kota Semarang. Terdapat surat suara yang cadangan yang berasal dari percetakan dan beberapa kabupaten kota diantaranya Ungaran, Demak, dan Kendal.

Surat suara dari berbagai daerah ini diambil lantaran pada H-3 lalu banyak kabupaten maupun kota yang melaporkan kekurangan surat suara. Sehingga, sebagai cadangan pihaknya meminta kabupaten maupun kota yang masih tersisa.

"Sisa surat suara itu dikirim ke provinsi untuk mengantisipasi ada kekurangan. Tapi ternyata, pada hari H tidak ada kabupaten kota yang kekurangan sehingga surat suara teraebut dimusnahkan," katanya.

Dia memastikan, pada hari H pemilu, tidak ada surat suara di gudang KPU kecuali surat suara ulang untuk cadangan. Semua surat suara rusak juga harus dihanguskan H-1.

"Surat suara ulang sebanyak 1.000 lembar per jenis surat suara. Ada tulisannya sendiri surat suara ulang," imbuhnya. (eyf)

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved