Petugas TPS di Kota Pekalongan Ini Lakukan Kritik Untuk Koruptor dengan Berdandan Ala Zombie

Kritik sejumlah pejabat yang tersandung kasus korupsi, petugas di TPS 08 Kelurahan Medono Kecamatan Pekalongan Barat berdandan ala zombie

Petugas TPS di Kota Pekalongan Ini Lakukan Kritik Untuk Koruptor dengan Berdandan Ala Zombie
Tribunjateng.com/Budi Susanto
Petugas TPS 08 di Kelurahan Medono Kecamatan Pekalongan Barat berdandan ala mayat hidup saat melayani masyarakat, Rabu (17/4/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Kritik sejumlah pejabat yang tersandung kasus korupsi, petugas di TPS 08 Kelurahan Medono Kecamatan Pekalongan Barat berdandan ala zombie.

Dengan dandanan seolah-olah menyerupai mayat hidup, TPS 08 yang terletak di SDN Medono 01 Kota Pekalongan tersebut menjadi magnet bagi masyarakat.

Bahkan tak jarang masyarakat yang datang untuk mencoblos meminta berfoto bersama petugas TPS.

Nurhadi Capres No 10 Ikut Coblos Pemilu 2019 di Kudus, Pakai Kaus Putih Kontrol Komunitas Angka 10

Survei Terbaru LSI Denny JA: 5 Parpol Terancam Gagal ke Parlemen, PKS Berpeluang, PAN Berat

Hasil Quick Count Litbang Kompas di pemilu.kompas.com/quickcount, Tayang Mulai Pukul 15:00 WIB

Inilah Daftar Promo Coblosan Hari Pemilu 17 April 2019, Dari KFC hingga Bread Talk

Petugas TPS 08 di Kelurahan Medono Kecamatan Pekalongan Barat berdandan ala mayat hidup saat melayani masyarakat, Rabu (17/4/2019).
Petugas TPS 08 di Kelurahan Medono Kecamatan Pekalongan Barat berdandan ala mayat hidup saat melayani masyarakat, Rabu (17/4/2019). (Tribunjateng.com/Budi Susanto)

Dijelaskan koordinator TPS 08, Akhol Togas, persiapan dengan tema zombie dilakukan sebulan sebelum pelaksanaan Pemilu.

"Kami sengaja berdandan ala mayat hidup seperti di film horor, ini sebagai sindiran kepada para koruptor karena prilakunya tak mencerminkan seorang manusia, bahkan lebih tepat disebut mayat hidup," jelasnya, kepada Tribunjateng.com, Rabu (17/4/2019).

Ia menuturkan ada 8 petugas yang berdandan menyerupai zombie, dan dandanan yang dikenakan tak mengganggu jalannya pelaksanaan Pemilu.

"Kalau pakai pakaian adat sudah sering, kami ingin berbeda dan ada makna saat melayani masyarakat menggunakan hak pilihnya," paparnya.

Ditambahkannya, dengan dandanan yang berbeda menarik partisipasi masyarakat untuk mencoblos.

"Kalau dalam Pemilu lalu 60 persen warga datang ke TPS 08, dan kali ini kemungkinan lebih, karena banyak yang datang baik anak muda ataupun orang tua, selain mencoblos mereka juga ingin berfoto bersama kami," tambahnya. (*)

Penulis: budi susanto
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved