Temukan Indikasi Money Politic, Bawaslu Banyumas Sita Uang Rp 5 Juta dan 3 Baju Koko

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Banyumas pada Selasa (16/4/2019) malam menangkap indikasi politik uang

Temukan Indikasi Money Politic, Bawaslu Banyumas Sita Uang Rp 5 Juta dan 3 Baju Koko
Tribunjateng.com/Permata Putra Sejati
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Banyumas pada Selasa (16/4/2019) malam menemukan indikasi politik uang. 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Banyumas pada Selasa (16/4/2019) malam menangkap indikasi politik uang.

Pada penangkapan itu, tim gabungan mengamankan uang sebanyak Rp 5 juta dengan pecahan Rp 100 ribu dan baju koko 3 buah dari dalam mobil yang dikendarai terduga pelaku.

Tim juga mengamankan sejumlah leaflet salah satu caleg DPR RI dari PDI-P.

Kemudian leaflet salah satu caleg DPRD Kabupaten Banyumas dari PDI-P dan leaflet salah satu caleg DPR RI dari Partai Gerindra yang dilengkapi foto Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Pengungkapan tersebut berawal dari laporan masyarakat mengenai adanya dugaan money politics di posko pemenangan salah satu caleg DPR RI di Purwokerto, Selasa siang," ujar Miftahudin selaku Ketua Bawaslu Banyumas kepada Tribunjateng.com, Rabu (17/4/2019).

"Setelah memantau di lapangan, tim gabungan melihat pengendara mobil keluar dari posko dengan membawa 3 buah tas kresek ukuran besar. Kemudian mobil tersebut dibuntuti, mobil berjalan ke arah selatan," tambahnya.

Ketika sampai di Jalan Raya Tambak, Banyumas, Jawa Tengah, sekira pukul 17.00 mobil yang dikendarai terduga pelaku dihentikan oleh mobil tim gabungan.

Selanjutnya tim melakukan penggeledahan di dalam mobil dan menemukan barang bukti tersebut.

Dua orang yang berada di dalam mobil masih dimintai keterangan di Panwascam Tambak.

Berdasarkan pengakuannya uang tersebut akan digunakan untuk membayar rental mobil. Namun akan terus di dalami terkait kebenarannya.

Apabila terbukti melakukan money politic maka akan dijerat dengan Pasal 523 Ayat (2) Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum dengan ancaman pidana penjara paling lama empat tahun dan denda paling banyak Rp 48 juta.

KPU Banyumas telah mengungkap enam kasus dugaan money politics di enam lokasi berbeda.

Selain di Kecamatan Tambak, yakni di Kecamatan Sokaraja, Purwokerto Selatan, Cilongok, Jatilawang, dan Purwojati dengan barang bukti sejumlah uang pecahan Rp 20 ribu dan Rp 100 ribu. (Tribunjateng/jti)

Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved