Diduga Depresi karena Menderita Diabetes, Sipon Gantung Diri di Pohon Mangga

Pria itu ditemukan sudah tak bernyawa dengan posisi tergantung. Lehernya terikat dengan tali kain yang dikaitkan dengan dahan pohon mangga.

Diduga Depresi karena Menderita Diabetes, Sipon Gantung Diri di Pohon Mangga
Istimewa
Kapolsek Kedungwuni AKP Prisandi Tiar (kanan) menunjukan lokasi seorang warga yang gantung diri, Kamis (18/04/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Warga Dukuh Pejaten, Desa Tosaran, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, dikejutkan dengan tewasnya Sipon (55) dengan tergantung di pohon mangga yang berada dekat rumahnya, Kamis (18/4/2019).

Pria itu ditemukan sudah tak bernyawa dengan posisi tergantung. Lehernya terikat dengan tali kain yang dikaitkan dengan dahan pohon mangga.

Kapolsek Kedungwuni AKP Prisandi Tiar mengatakan, pihaknya membenarkan adanya orang tergantung di daerah Tosaran.

"Petugas mendapatkan laporan adanya orang tergantung dari masyarakat sekitar pukul 05.30 WIB. Setelah dilakukan pengecekan memang benar ada orang yang gantung diri. Korban yang gantung diri bernama Sipon (55) pekerjaan buruh tani, alamat Dukuh Pejaten RT 01 RW Desa Tosaran, Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan," kata Kapolsek Kedungwuni kepada Tribunjateng.

Menurut Kapolsek, kronologisnya pada saat itu saksi yang bernama Tasirin (52) hendak memberikan makan ternaknya yang berada di belakang rumahnya.

Setelah sampai di belakang rumahnya, Tasirin kaget karena melihat korban sudah tergantung di pohon mangga.

"Melihat hal tersebut saksi langsung lari kedepan rumahnya untuk meminta bantuan dan memanggil keluraganya," ujarnya AKP Prisandi.

Setelah beberapa menit pasca mendapatkan informasi tersebut, petugas Polsek, Unit Identifikasi Polres Pekalongan dan tim medis dari Puskesmas Kedungwuni 1, datang ke lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara).

Setelah dilakukan pemeriksaan dari tim medis disimpulkan korban telah meninggal dunia dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuhnya.

"Berdasarkan keterangan dari keluarga, kemungkinan korban melakukan gantung diri karena depresi akibat menderita penyakit komplikasi yaitu paru-paru dan diabetes selama kurang lebih satu tahun dan tidak kunjung sembuh," imbuhnya. (Dro)

Penulis: Indra Dwi Purnomo
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved