Ini Vonis Majelis Hakim PN Solo untuk Penggelapan Solar Non Subsidi Rp 1,1 Miliar

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kota Solo memvonis terdakwa Iwan Budi Pangarso dengan hukuman penjara dua tahun enam bulan.

Ini Vonis Majelis Hakim PN Solo untuk Penggelapan Solar Non Subsidi Rp 1,1 Miliar
Istimewa
Iwan Budi Pangarso alias Iwan (berbaju oranye) di Mapolsek Banjarsari. Istimewa 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kota Solo memvonis terdakwa Iwan Budi Pangarso dengan hukuman penjara dua tahun enam bulan.

Iwan didakwa pada kasus penggelapan dalam perjanjian kerjasama bisnis distribusi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar non subsidi.

Vonis yang dijatuhkan oleh Majelis Hakim itu lebih rendah enam bulan dibanding tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Solo, yakni selama tiga tahun.

Vonis itu dijatuhkan Majelis Hakim pada Senin (15/4/2019) kemarin.

JPU Kejari Kota Solo, Endang Sapto Pauli menuturkan terdakwa Iwan masih pikir-pikir saat menanggapi vonis hakim.

"Kami juga masih menunggu perkembangan,” kata Endang, Kamis (18/4/2019) dalam rilis.

Kasus itu, lanjut Endang, bermula dari adanya tunggakan pembayaran Rp 1,1 miliar oleh Iwan dari pelapor yakni pihak PT SHA.

Sebagai informasi, PT SHA telah mengirimkan solar ke PT Semarang Multicons dan PT Bumi Panen Makmur dengan total 136.000 liter atau senilai Rp1,1 miliar.

Pada saat hendak dilakukan pencairan cek yang diserahkan Iwan, ternyata tidak bisa.

Kejadian itu dilaporkan PT SHA ke pihak Polsek Banjarsari Polresta Solo, pada Desember 2018 lalu.

Iwan ditangkap serta dijerat dengan pasal 372 KUHP atau 378 KUHP tentang penipuan dan penggelapan.

Iwan pun mengakui di hadapan Majelis Hakim uang pembayaran saat itu ludes untuk coba-coba bisnis yang lain.

Penulis: Daniel Ari Purnomo
Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved