Kodim Bantu Petani di Pekalongan Genjot Produktivitas Padi di Tengah Keterbatasan Lahan

Sekitar 10 tahun lalu, luasan lahan sawah di Kabupaten Pekalongan sekitar 26 ribu hektare, namun kini hanya ada 22 ribu hektare.

Kodim Bantu Petani di Pekalongan Genjot Produktivitas Padi di Tengah Keterbatasan Lahan
Tribunjateng/Indra Dwi Purnomo
Komandan Kodim 0710 Pekalongan Letkol Inf Arfan Johan Wihananto bersama istansi terkait turun ke areal persawahan saat panen raya berlangsung, Selasa (18/04/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Sekitar 10 tahun lalu, luasan lahan sawah di Kabupaten Pekalongan sekitar 26 ribu hektare.

Namun, saat ini luasan lahan sawah di Kabupaten Pekalongan, sekitar 22 ribu hektare.

Artinya, dalam satu dekade, luasan lahan sawah di Kabupaten Pekalongan berkurang sekitar empat ribu hektare.

Oleh karena itu, inovasi dan terobosan harus dilakukan agar dengan luasan lahan yang terbatas ini, produktivitas tanaman padinya bisa meningkat.

Salah satu inovasi yang dilakukan oleh Kodim 0710 Pekalongan bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pekalongan adalah membuat demplot sawah atau lahan percontohan dengan inovasi pupuk Wijayakusuma Nutrision di Desa Tanjungsari, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

Bupati Asip Kholbihi Optimistis Partisipasi Pemilu 2019 di Kabupaten Pekalongan Capai 80 Persen

Dengan inovasi pupuk baru ini diharapkan produktivitas tanaman padinya meningkat.

Panen raya lahan sawah demplot itu dilakukan oleh jajaran Kodim 0710 Pekalongan, Selasa (16/4/2019).

Kepala DKPP Kabupaten Pekalongan, Siswanto, menyatakan, mulai tahun 2015 semua pihak berupaya untuk menjaga ketahanan pangan secara nasional, sehingga ada MoU antara TNI dan Kementerian Pertanian.

Karena ketahanan pangan nasional sangat mendukung ketahanan nasional, tanpa pangan yang cukup, bangsa Indonesia akan lemah, sehingga antara Kementerian Pertanian dengan jajaran TNI, Polri, sangat mendukung upaya untuk menjaga ketahanan pangan ini hingga di tingkat bawah.

"Di Kabupaten Pekalongan luas lahan semakin sempit, padahal penduduk semakin banyak. Sepuluh tahun lalu, luas sawah 26 ribu hektare, kemarin kita data dengan BPN tinggal 22 ribu hektare, sehingga 10 tahun itu sekitar 4 ribu hektare berkurangnya. Nanti 10 tahun yang akan datang berkurang lagi," kata Siswanto kepada Tribunjateng.com.

Halaman
12
Penulis: Indra Dwi Purnomo
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved