Komitmen Pemkot Salatiga Terhadap Kesehatan Ibu dan Anak: Selalu Hadir Berikan Bantuan Berjenjang

Wali Kota Salatiga Yuliyanto meminta kondisi kesehatan ibu dan anak agar terus diperhatikan jajarannya.

Komitmen Pemkot Salatiga Terhadap Kesehatan Ibu dan Anak: Selalu Hadir Berikan Bantuan Berjenjang
ISTIMEWA
Wali Kota Salatiga Yuliyanto berdialog dengan ibu penerima bantuan asupan gizi pasca melahirkan sekaligus sosialisasikan tentang penyajian menu sehat di Gedung Pakuwon, Komplek Kantor Pemkot Salatiga, Kamis (18/4/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Wali Kota Salatiga Yuliyanto meminta kondisi kesehatan ibu dan anak agar terus diperhatikan jajarannya.

Hal itu sebagai bentuk dukungan terhadap tumbuh-kembang bayi agar bisa optimal, tidak hanya pemberian bantuan kebutuhan gizi yang baik dan seimbang.

Yuliyanto berharap, agar pemberian bantuan yang selama ini sudah berjalan dapat berkelanjutan serta meningkat setiap bulan.

“Bagi anak dari keluarga kurang mampu harus mendapatkan bantuan berjenjang dan sampai batas waktu yang ditentukan. Bantuan ini diberikan untuk meringankan masyarakat kurang mampu, anak-anaknya agar terentaskan dari masalah kurang gizi,” terangnya kepada Tribunjateng.com, dalam Sosialisasi Penyajian Menu Sehat Bagi Ibu Pasca Melahirkan di Gedung Pakuwon Komplek Kantor Pemkot Salatiga, Kamis (18/4/2019).

Menurutnya, Pemkot Salatiga akan berusaha selalu hadir dalam penanganan dan pemberian gizi bagi anak untuk keluarga kurang mampu.

Hal ini merupakan komitmen bersama pemerintah untuk memberikan perhatian kepada masyarakat.

“Para ibu di luar sana tidak perlu berkecil hati. Apabila ada masalah dengan kondisi putra-putrinya, pemerintah akan selalu hadir. Kami akan membantu, menfasilitasi, dan menambah makanan bergizi bagi warga yang kurang mampu,” katanya.

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Salatiga Titik Kirnaningsih menambahkan, perhatian ke anak itu harus dimulai dari usia mereka masih belia dengan selalu menghadirkan asupan gizi yang baik, bukan hanya untuk ibu melainkan juga ke anaknya.

Menurutnya, tidak hanya memberikan asupan berupa makanan, akan tetapi pemberian air susu ibu (ASI) juga penting dilakukan.

Karena hal itu adalah kewajiban yang harus dilakukan oleh seorang ibu kepada anaknya.

“ASI juga penting sebagai cara untuk mendekatkan bayi ke ibunya,” ujarnya.

Diakui, untuk saat ini dukungan dari orangtua terutama ibu sangat berperan terhadap tingkat emosional dan kecerdasaan anak. 

“Jangan sampai anak usia balita justru pintar main gadget. Hal ini harus dicegah dan mengubah pola tersebut untuk membentuk anak sehat dan cerdas,” jelasnya.

Titik menambahkan, bantuan asupan gizi dari Pemkot Salatiga tahun ini diberikan kepada 90 ibu yang baru saja melahirkan, umur kelahiran kurang dari setahun.

Mereka masing-masing mendapatkan bantuan berupa 25 kilogram beras, 5 kilogram kacang hijau, 4 kilogram gula Jawa, 5 kilogram gula pasir, dan 1 kaleng biskuit. (M Nafiul Haris)

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved