Pastikan Proses Pemungutan Suara Aman, Bawaslu Batang: Kecurangan Nihil, Dominasi Kesalahan Teknis

Seperti salah memasukkan surat suara ke kotak suara, adanya surat suara yang tidak sengaja tersobek KPPS dan kesalahan teknis lainnya.

Pastikan Proses Pemungutan Suara Aman, Bawaslu Batang: Kecurangan Nihil, Dominasi Kesalahan Teknis
Tribunjateng.com/Dina Indriani
Sejumlah anggota Bawaslu Batang saat melaksanakan Pantauan ke sejumlah TPS yang ada di Batang, Rabu (17/4/2019). 

TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Batang memastikan belum adanya indikasi kecurangan selama proses pemungutan surat suara Pemilu 2019 yanh digelar kemarin, Rabu (17/4/2019) .

Dalam pantauan yang dilakukan di beberapa TPS di 15 kecamatan Batang rata-rata hanya didominasi oleh kesalahan teknis.

Seperti salah memasukkan surat suara ke kotak suara, adanya surat suara yang tidak sengaja tersobek KPPS dan kesalahan teknis lainnya.

"Secara keseluruhan kami belum menemukan adanya indikasi kecurangan, yang kami temukan hanya sebatas kesalaham teknis.

Namun hal tersebut bisa segera langsung ditangani, selain itu dari data TPS rawan yang kami punya, belum ada laporan terkait pelanggaran di TPS tersebut," terang Ketua Bawaslu Batang, Achmad Soeharto, Kamis (18/4/2019).

Sebelumnya Bawaslu Batang merilis beberapa TPS yang masuk kategori rawan.

Total ada 80 TPS yang masuk kategori rawan, dan 37 TPS masuk kategori rawan politik uang.

Menurut Soeharto meski sempat diprediksi bakal memanas, nyatanya di lapangan pemilu di Kabupaten Batang berjalan kondusif.

Bawaslu melihat minat dan partisipasi masyarakat dalam Pemilu 2019 kali ini sangat tinggi dibanding dengan pemilu sebelumnya.

Namun pihaknya sendiri tidak menampik, terkait adanya pelanggaran politik uang.

"Kami yakin dan bahkan tidak hanya di Batang saja, tapi mungkin satu Indonesia bahwa politik uang itu ada,"ujarnha

Hanya saja indikasi kecurangan politik uang tersebut kebanyakan belum bisa dibuktikan kebenarannya, karena minimnya saksi dan masyarakat yang mau terang-terangan melapor.

"Kebanyakan masyarakat masih diam-diam dan belum berani melapor, sehingga masih perlu dilakukan investigasi mendalam untuk membuktikan kebenaran pelanggaran tersebut," pungkasnya. (din)

Penulis: dina indriani
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved