China Rilis Aturan Baru Persetujuan Aplikasi Game, Pembuat PUBG Merasa Dirugikan

Regulator China telah mengeluarkan aturan baru untuk menerbitkan aplikasi game online yang dianggap merugikan pengembang game.

China Rilis Aturan Baru Persetujuan Aplikasi Game, Pembuat PUBG Merasa Dirugikan
Android Authority
Tips bermain PUBG Mobile agar mendapat medali Chicken Dinner 

TRIBUNJATENG.COM - Regulator China telah mengeluarkan aturan baru untuk menerbitkan aplikasi game online.

Dilansir dari Reuters, China menghentikan pemberian lisensi untuk monetasi game online pada bulan Maret 2018.

Kebijakan ini ternyata menyebabkan kerugian pada industri dan pengembang game asal China seperti NetEase Inc maupun pembuat game PlayerUnknow's Battle Grounds (PUBG) yakni Tencent Holdings Ltd.

Dengan aturan baru ini, sekarang ada sedikit harapan bagi pengembang untuk kembali bergeliat di pasar game negara tersebut.

Juara di Jepang, Tim PES League 2019 Indonesia Bakal Berlaga di Kejuaraan Dunia

Menurut pedoman yang diterbitkan, nantinya game online akan menjalani pemeriksaan konten.

Selain itu, sejumlah game yang akan masuk ke pasar juga akan dikendalikan.

Perusahaan riset dan konsultan pasar, Niko Partners, mengatakan bahwa pemerintah telah menjelaskan aturan baru tersebut kepada industri game, dan pemerintah juga sedang melakukan seleksi aplikasi yang sudah pernah diajukan pada tahun lalu.

Niko mengatakan penerbit game China didorong untuk mengembangkan game dengan memperhatikan nilai sosial China, termasuk game yang mempromosikan budaya tradisional. 

Pemerintah akan menerima pengajuan baru mulai Senin, 22 April 2019 di bawah proses aplikasi baru.

"Dengan proses persetujuan baru yang lebih transparan, China memiliki prospek positif untuk pasar game digital pada 2019," katanya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul "China rilis aturan baru tentang persetujuan aplikasi game"

Editor: suharno
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved