Jaya Nusa Laporkan Amien Rais ke Bareskrim Polri Karena Dianggap Langgar UU Hukum Pidana

Jama'ah Yasin Nusantara (Jaya Nusa) Wonosobo melaporkan Amien Rais ke Bareskrim Mabes Polri karena video pasangan 02 menang telak di Jawa Timur.

Jaya Nusa Laporkan Amien Rais ke Bareskrim Polri Karena Dianggap Langgar UU Hukum Pidana
Kompas.com / Tatang Guritno
Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais sebagai saksi persidangan hoaks Ratna Sarumpaet, Kamis (4/4/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Video Amien Rais, yang menyatakan pasangan calon presiden-wakil presiden nomor 02 ‎menang telak di Jawa Timur (Jatim) ramai tersebar di media sosial dan grup-grup WhtasApp (WA).

Pernyataan ini membuat resah sejumlah pihak, tak terkecuali Jama'ah Yasin Nusantara (Jaya Nusa).

‎"Akibat pernyataan tersebut, banyak tokoh agama di Provinsi Jawa Timur merasa gelisah.

Mereka mengkhawatirkan adanya gejolak sosial yang timbul di masyarakat‎," kata Ketua Umum Jaya Nusa, Idham Cholid, melalui layanan pesan WhatsApp (WA), Minggu (21/4/2019).

Pernyataan Amien itu, berkebalikan dengan hasil quick count lembaga-lembaga survei kredibel.

Ketua TKD Jatim Tantang Amien Rais Buka Data Pilpres 2019 Jawa Timur: Bisa di Tugu Pahlawan

Terlebih, pernyataan tersebut telah mendahului hasil real count Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang saat ini tengah berlangsung‎.

Oleh karena itu, Jaya Nusa menuntut mantan Ketua MPR RI itu meminta maaf kepada masyarakat Jawa Timur secara terbuka.

Bila dalam waktu 2x24 jam, atau hingga Senin (22/4/2019), tuntutan tersebut tak dipenuhi, maka wadah para jamaah yasin di seluruh Indonesia itu, akan melaporkan Amien Rais ke Bareskim Polri.

‎"Kami akan meminta Bareskrim Mabes Polri untuk mengusut tuntas pernyataan sauara Amien Rais yang telah melanggar Pasal 15 UU 1/1946 tentang Hukum Pidana," tutur Idham.

Di TPS Amien Rais dan Hanum Rais: Jokowi Raih 158 Suara, Prabowo 80 Suara

Disebutkannya, ‎dalam pasal 15 UU 1/1946, dinyatakan "Barang siapa menyiarkan kabar yang tidak pasti atau kabar yang berkelebihan atau yang tidak lengkap, sedangkan ia mengerti setidak-tidaknya patut dapat menduga, bahwa kabar demikian akan atau mudah dapat menerbitkan keonaran di kalangan rakyat, dapat dihukum dengan hukuman penjara setinggitingginya dua tahun".

Halaman
12
Penulis: yayan isro roziki
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved