Aminah Yakin Pasar Ngebrak Baru Bisa Datangkan Banyak Pembeli

Proyek renovasi Pasar Ngebrak yang berlokasi di Kelurahan Bligo, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah rampung.

Aminah Yakin Pasar Ngebrak Baru Bisa Datangkan Banyak Pembeli
TRIBUN JATENG/INDRA DWI PURNOMO
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi meresmikan Pasar Ngebrak, di Kelurahan Bligo, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Senin (22/04/2019). Tribunjateng/Indra Dwi Purnomo 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Proyek renovasi Pasar Ngebrak yang berlokasi di Kelurahan Bligo, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah rampung.

Kondisi pasar yang dulu kumuh dan hampir roboh, kini dipoles menjadi lebih moderen, bersih dan lebih tertata.

Bupati Pekalongan Asip Kolbihi saat meresmikan Pasar Ngebrak pada Senin (22/04/2019) berharap proyek revitalisasi pasar ini diharapkan menjadi awal kebangkitan perbaikan bangunan pasar lain di Kabupaten Pekalongan.

"Pasar Ngebrak di Kelurahan Bligo tersebut dibangun dengan bantuan pemerintah pusat lewat dana alokasi khusus atau DAK sebesar Rp 1,2 milyar," kata Bupati Pekalongan Asip Kholbihi kepada Tribunjateng com usai meresmikan Pasar Ngebrak.

Dalam tinjauannya Bupati Pekalongan Asip Kholbihi mengatakan pasca di revitalisasi pihaknya melihat wajah-wajah para pedagang lebih senang dan ceria.

"Pasar ngebrak ini ditempati sebanyak 134 pedagang baik los dan kios," jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga menggandeng OJK Tegal dan pihak perbankan untuk membantu dan memudahkan permodalan dengan skema kredit sesuai KUR dengan bunga 0,58.

"Kita namai program ini dengan program Nongol karena untuk menolak bank tongol yang biasanya memberikan bunga yang besar kepada pedagang sehingga memberatkan pelaku UMKM,” imbuhnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Pekalongan Hurip Budi Riyantini menjelaskan, ada 134 pedagang yang ada di Pasar Ngebrak, terdiri dari pedagang kios 22 dan sisanya yakni 112 adalah pedang los.

"Pasar ini dikerjakan selama kurang lebih enam bulan dan harapannya dengan direvitalisasi pasar ini bisa meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar,” terang Riyantini.

Nur aminah (47) penjual sembako di Pasar Ngebrak mengatakan ia sudah berjualan di pasar ini hampir 15 tahun.

Dia optimis desain bangunan yang moderen dan bersih bisa mendongkrak penjualannya.

"Senang sih mas tempatnya sekarang bagus, enak, dan bersih.

Enggak seperti pasar dulu, kumuh dan hampir ambruk.

Saya optimis pembeli bisa banyak,”ujarnya. (Dro)

Penulis: Indra Dwi Purnomo
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved