Di Kabupaten Pekalongan, Ada Tiga Petugas KPPS yang Alami Keguguran, Kecelakaan dan Kelelahan

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pekalongan menyatakan ada tiga anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS)

Di Kabupaten Pekalongan, Ada Tiga Petugas KPPS yang Alami Keguguran, Kecelakaan dan Kelelahan
TRIBUN JATENG/INDRA DWI PURNOMO
Herminiastuti Divisi Hukum dan pengawasan KPU Kabupaten Pekalongan usai ditemui Tribunjateng.com di kantor KPU Kabupaten Pekalongan, Minggu (21/04/2019) 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pekalongan menyatakan ada tiga anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) mengalami keguguran, kecelakaan, dan kelelahan saat melakukan tahapan-tahapan Pemilu 2019.

Laporan yang masuk ada tiga orang yaitu Titi Utami, KPPS TPS 5, Desa Sukoharjo, Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, mengalami keguguran karena kelelahan saat pelaksanaan pungut hitung pada tanggal (18/04/2019), kemudian Muhammad Faton, KPPS TPS 12, Desa Bondansari, Kecamatan Wiradesa mengalami kecelakaan tunggal menabrak toko etalase di Desa Pekuncen setelah mengantar kotak suara. Kejadian ini terjadi pada tanggal (18/04/2019), dan yang terakhir Santoso ketua PPS Desa Rowocacing Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan.

"Kondisi kesehatannya drop karena kelelahan, sekarang diopname di rumah sakit yang berada di Kabupaten Pekalongan. Kejadian ini terjadi malam ini," kata Herminiastuti Divisi Hukum dan pengawasan KPU Kabupaten Pekalongan usai ditemui Tribunjateng.com di kantor KPU Kabupaten Pekalongan, Minggu (21/04/2019).

Dia menjelaskan ada bermacam-macam faktor yang menjadi penyebabnya seperti kelelahan, padatnya aktivitas di lapangan, dan cuaca.

"Saya perwakilan dari KPU mengucapkan turut berduka atas kejadian yang menimpa para anggota KPPS saat menjalankan tugas,"jelasnya.

Dari awal ia sudah menyampaikan kepada KPPS untuk menjaga kesehatan itu sangat penting. Karena tahapan-tahapan pas hari H Pemilu sangat panjang sekali.

Menjalankan tugas itu harus memperhatikan diri masing-masing, karena pihaknya tidak bisa memantau keseluruhan

"Pada saat waktunya makan harus segera makan, kemudian mengenai psikologisnya, saya menyarankan jangan terlalu menjadikan hal tersebut beban berat dalam bertugas. Akan tetapi, lakukanlah tugas itu seenak mungkin,"ungkapnya.

Saat hari H ia menghimbau untuk tetap memperhatikan kesehatan dirinya masing-masing. Karena, kita tidak bisa mengawasi keseluruhan.

bebannya menjadi beban berat. Dan menjalankan tugas tersebut harus merasa senang.

Ditanya mengenai apakah ada pemberian tali kasih kepada petugas yang mengalami kecelakaan, keguguran, ataupun kelelahan. Itu masih diusahakan.

"Menanggapi hal tersebut, informasi dari KPU Provinsi Jawa Tengah masih mengusahakan untuk memberikan tali kasih, imbuhnya. (Dro)

Penulis: Indra Dwi Purnomo
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved