Kisah Siti Khuzaimah, Pengawas TPS yang Lahirkan Bayi Prematur Kemudian Si Buah Hati Meninggal

Akibat kelelahan saat bertugas menjadi pengawas Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kabupaten Pekalongan, Siti Kuzaimah (27)

Kisah Siti Khuzaimah, Pengawas TPS yang Lahirkan Bayi Prematur Kemudian Si Buah Hati Meninggal
TRIBUN JATENG/INDRA DWI PURNOMO
Nur Anis Kurlia Komisioner Bawaslu Kabupaten Pekalongan (tengah) menjenguk Siti Kuzaimah (kiri) petugas Panwas yang mengalami keguguran di RSUD Kraton, Senin (22/04/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Akibat kelelahan saat bertugas menjadi pengawas Tempat Pemungutan Suara (TPS), Siti Kuzaimah (27) warga RT 01 RW 01 Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah dan harus mengikhlaskan bayinya yang selama enam bulan ini dikandungnya.

"Pada Rabu (17/04/2019) malam, saya terpaksa dilarikan ke rumah sakit karena mengalami pendarahan hebat," kata Siti saat ditemui Tribunjateng.com di Ruang Cempaka RSUD Kraton Pekalongan,Senin (22/04/2019) siang.

Dia menceritakan pada saat itu pada Rabu (17/04/2019), dirinya tengah bertugas di TPS 01 Desa Wiradesa sebagai petugas pengawas TPS.

“Waktu itu jam istrirahat, jam 12 saya merasa kaya ada keluar lendir terus saya ke kamar mandi dan setelah dicek ternyata yang keluar adalah darah," jelasnya.

Korban Bertambah Lagi, Siti Keguguran Setelah Kelelahan Bertugas di TPS

Dia mengungkapkan ia mengira mengalami pendarahan kecil dan aktivitas dilakukan kembali karena ia sedang mengemban tugas negara untuk mengawasi tahapan Pemilu sebagai pengawas TPS.

"Sekira pukul 14.30 WIB saya bilang kepada KPPS kayaknya saya gak kuat, saya langsung kontrol dan disuruh ke dokter," ungkapnya.

Ia dirujuk ke RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan pada pukul 23.00 WIB untuk dilakukan penanganan medis karena pendarahan hebat.

Kemudian pada Jumat dini hari sekira pukul 01.30 WIB, bayinya lahir dengan jenis kelamin perempuan dan mempunyai berat badan hanya 6 ons.

Namun bayi yang sempat diberi nama Fatimah ini akhirnya menghembuskan nafas terakhir pada Sabtu pagi atau sehari setelah dilahirkan.

“Meninggalnya hari sabtu mas. Kalau HPLnya pada satu Agustus. Saat dilahirkan usia kandungan baru enam bulan," ujar Siti Kuzaimah.

Dirinya sendiri sudah mengikhlaskan buah hatinya yang nomor dua tersebut.

“Alhamdulillah saat ini sudah membaik dan bentar lagi keluar dari rumah sakit. Suami lagi mengurusi Jamkesda karena saya tidak mempunyai BPJS," imbuhnya. (dro)

Penulis: Indra Dwi Purnomo
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved