Selain Fokus ke PSIS Semarang, Pelatih Fisik Budi Kurnia Juga Kerjakan Tesis S2-nya

Pelatih fisik PSIS Semarang, Budi Kurnia sempat absen dalam latihan tim di Magelang, karena fokus merampungkan thesis S2 nya.

Selain Fokus ke PSIS Semarang, Pelatih Fisik Budi Kurnia Juga Kerjakan Tesis S2-nya
TRIBUN JATENG/F ARIEL SETIAPUTRA
Pelatih fisik PSIS Semarang, Budi Kurnia memimpin latihan fisik di Lapangan Demon, Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Selasa (23/4/2019) 

TRIBUNJATENG.COM, MAGELANG - Pelatih fisik PSIS Semarang, Budi Kurnia sempat absen dalam latihan tim di Magelang, Senin (23/4/2019) kemarin.

Sebabnya, pelatih asal Garut, Jawa Barat ini tengah fokus merampungkan thesis S2 nya.

Saat ini, pria kelahiran 28 September 1989 itu berstatus sebagai Mahasiswa S2 jurusan Pendidikan Olahraga, Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

"Kemarin saya sempat minta ijin karena harus ketemu dosen di Kampus. Sekarang belum sidang thesis, tapi masih minta tanda tangan dosen pembimbing sama ketua jurusan. Alhamdulillah, judul thesis saya sudah di acc dosen. Doakan semoga lancar tahapan-tahapan selanjutnya," ungkap Budi Kurnia, Selasa (23/4/2019).

Jalani Latihan di Lapangan TNI AD Magelang, PSIS Semarang Fokus Pembenahan Fisik

Kepada Tribun Jateng, Budi Kurnia bercerita mengenai perjuangannya membagi waktu antara pekerjaan sebagai pelatih fisik di PSIS Semarang, dan fokusnya pada pendidikan.

"Jujur bagi waktunya susah karena fokusnya terbagi. Saya mengerjakan thesis biasanya malam hari, karena malam hari tidak ada kegiatan atau latihan. Jadi bisa fokus. Tapi kadang kalau sudah capek malas juga," kata Budi.

Tak hanya kesulitan membagi waktu, jarak Magelang dan Jakarta memerlukan waktu yang tidak singkat kadang menjadi masalah tersendiri. Termasuk transportasi dari Magelang menuju Jakarta.

"Perjuangannya sangat luar biasa. Seperti kemarin saya harus berangkat pukul 02.00 subuh menggunakan bus, macet-macetan. Pokoknya bikin terharu. Saya terpaksa naik bus karena tiket kereta dan pesawat habis. Sampai di kampus saya kena marah karena terlambat," ungkap Budi.

Jafri Sastra Harap PSIS Segera Temukan Lawan Uji Coba Selevel

Eks pelatih fisik Persis Solo ini memang harus rutin bertemu dosen pembimbing melakukan bimbingan thesis. Beruntung selama ini ia mendapat kemudahan dari dosen pembimbing.

"Susah itu membagi waktu buat datang bimbingan ke kampus. Magelang Jakarta jauh. Tapi untung saya punya dosen pembimbing yang luar biasa baik. Kadang bimbingan lewat email dan Whatsapp. Mereka luar biasa ngerti dengan pkerjaan saya sebagai pelatih fisik PSIS," ujar Pelatih yang juga memiliki sekolah sepak bola (SSB) di kampung halamannya bernama Budi Kurnia Soccer House ini. (arl)

Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved