Bakal Melaju Tanpa Rel Besi, Pemkot Semarang Rencana Hidupkan Kembali Trem di Kota Semarang

Pemerintah Kota Semarang (Pemkot) menjajaki rencana pembangunan kembali trem (kereta yang memiliki rel khusus di dalam kota) di Kota Semarang.

Bakal Melaju Tanpa Rel Besi, Pemkot Semarang Rencana Hidupkan Kembali Trem di Kota Semarang
ISTIMEWA
Trem Kota Semarang 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemerintah Kota Semarang (Pemkot) menjajaki rencana pembangunan kembali trem (kereta yang memiliki rel khusus di dalam kota) di Kota Semarang.

Hal itu disampaikan sendiri oleh Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi (Hendi) saat ditemui Tribunjateng.com pada Kamis (12/4/2019) lalu dan dalam unggahan video maketnya di Instagram baru-baru ini.

Jenis trem itu sendiri sudah bukanlah seperti kereta yang pernah menjadi transportasi massal andalan Kota Semarang pada 1882-1940 silam yang menggunakan uap dan rel logam besi.

Trem pernah menjadi alat trasportasi massal di Kota Semarang pada 1882-1940.
Trem pernah menjadi alat trasportasi massal di Kota Semarang pada 1882-1940. (ISTIMEWA)

 Kereta itu menggunakan daya listrik dan tanpa rel, atau melaju menggunakan ban mengikuti garis putih bertitik yang dilukis di jalan.

“Namanya adalah ART (Autonomous Rail Rapid Transit), yaitu pengembangan dari Light Rapid Transit (LRT) yang sudah dilakukan di negara Tiongkok,” tutur Hendi.

“Keretanya melaju tanpa rel dan basic-nya melaju di jalan raya sehingga nilai investasinya jauh lebih murah,” imbuh Hendi. 

Orang nomor satu di Kota Semarang itu mengaku bahwa pihaknya sedang melakukan kajian, agar trem tersebut dapat menjadi alternatif transportasi umum di Kota Semarang selain Bus Rapid Transit (BRT) dan LRT.

Soal spesifikasi, layanan, rute dan jarak, pihaknya masih belum dapat memberikan keterangan lantaran saat ini masih dalam tahap perencanaan.

“Tahun ini baru perencanaan. Masih dalam tahap penjajakan konsep dan teknologi. Mudah-mudahan diberi kelancaran dalam berupaya,” harapnya.

Sementara, usai mendengar rencana inovasi Pemkot Semarang tersebut, Gunawan Arya (26), seorang warga Mijen Semarang, memberikan komentarnya.

Dirinya mengaku mendukung trem yang harapannya dapat mengatasi permasalahan kemacetan di Kota Semarang itu, namun ada sejumlah hal yang ia khawatirkan.

Salah satunya, ia mengkhawatirkan kelancaran operasi trem tersebut saat kondisi jalan tergenang air setelah hujan.

“Saya sangat setuju akan ada kereta di dalam kota itu.”

“Namun, yang saya belum tahu, bagaimana caranya jika beroperasi di Kota Semarang yang konturnya naik turun, ya?”

“Kalau bisa seperti itu, saya harap keretanya bisa menjangkau ke daerah saya di Mijen,” pungkasnya. (tribunjateng/rez)

Penulis: Reza Gustav Pradana
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved