Bawa Kabur Motor Inventaris Tempatnya Bekerja, Fahrur Rozi Ditangkap di Alun-alun

Bagaimana tidak, ia nekat membawa kabur motor inventaris kantor tempatnya bekerja yang selanjutnya ia jual

Bawa Kabur Motor Inventaris Tempatnya Bekerja, Fahrur Rozi Ditangkap di Alun-alun
Istimewa
Petugas Polsek Wiradesa sedang melakukan pemeriksaan terhadap tersangka penggelapan. 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Sungguh nekat apa yang dilakukan oleh Fahrur Rozi (20) yang bekerja di Koperasi Sidomukti Arta Wisata sebagai Debt Collector (Penagih hutang).

Bagaimana tidak, ia nekat membawa kabur motor inventaris kantor tempatnya bekerja yang selanjutnya ia jual.

Kasubbag Humas Polres Pekalongan Iptu Akrom membenarkan bahwa Polsek Wiradesa telah mengamankan seorang pemuda yang diduga telah melakukan tindak pidana penggelapan.

“Tersangka kami tangkap dan kami amankan atas dasar laporan dari pihak Koperasi tempat ia bekerja,”Kata Iptu Akrom kepada Tribunjateng.com

Iptu Akrom mengatakan untuk kronologisnya pada hari Sabtu (20/4/2019) sekitar pukul 19.00 WIB, tersangka ijin keluar kepada rekannya yang sama-sama bekerja di koperasi tempatnya bekerja untuk membeli kopi diluar dengan menaiki sepeda motor dengan nomor polisi H 4521 AZC.

Selanjutnya pada pukul pukul 23.00 WIB, tersangka ditelepon oleh rekannya namun nomernya tidak diangkat.

Kemudian, sekira pukul 01.00 WIB tersangka ditelfon lagi tetapi nomer handphonenya sudah tidak aktif.

Lama menunggu kabar dari tersangka, rekannya merasa curiga dan kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Wiradesa.

"Dari laporan tersebut, kepolisian langsung memburu tersangka dan pada hari Selasa (23/4/2019) pukul 12.00 WIB polisi mengetahui keberadaan tersangka yang saat itu berada di alun-alun Batang. Kemudian tersangka langsung di tangkap dan dibawa ke Polsek Wiradesa guna untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Dari pengakuan tersangka bahwa sepeda motor yang ia bawa kabur sudah dijual kepada seseorang dengan harga Rp. 4.7 juta dan atas kejadian tersebut pihak koperasi Sidomukti Arta Wisata mengalami kerugian sebesar Rp. 14 juta.

Atas perbuatannya tersebut, tersangka akan dijerat dengan Pasal 372 KUHP yang ancaman hukumannya empat tahun hukuman kurungan,”imbuhnya Kasubbag Humas. (Dro)

Penulis: Indra Dwi Purnomo
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved