Beda Pendapat Refly Harun dan Otto Hasibuan tentang Jokowi atau Prabowo yang Menang Pilpres 2019

Praktisi hukum, Otto Hasibuan dan pakar hukum tata negara, Refly Harun berbicara terkait undang-undang yang menentukan pemenang pilpres.

Beda Pendapat Refly Harun dan Otto Hasibuan tentang Jokowi atau Prabowo yang Menang Pilpres 2019
YOUTUBE
Pendapat Otto Hasibuan dengan Refly Harun soal pilpres 2019 

TRIBUNJATENG.COM- Praktisi hukum, Otto Hasibuan dan pakar hukum tata negara, Refly Harun berbicara terkait undang-undang yang menentukan pemenang pilpres.

Hal tersebut mereka ungkapkan ketika menjadi narasumber di TVone Selasa (23/4/19).

Otto Hasibuan mengatakan bahwa dirinya bukan tim advokasi dari Prabowo.

Ia mengaku memberikan pendapatnya sebagai praktisi dan akademisi.

"Bahwa ada perdebatan di media sosial dan media massa, mengenai ketentuan pemilu presiden ini,UU no 42 tahun 2008 yakni mendapatkan suara 50 persen +1 dan menang di separuh provinsi minimal 20 persen suara di seluruh wilayah," ujarnya.

Kemudian, Otto Hasibuan menjelaskan beberapa perubahan yang terjadi di beberapa undang-undang.

Lantas, Otto mengatakan dirinya menganut hukum positif dan saat ini yang berlaku ada undang-undang pasal 146 no 7 tahun 2017.

Sementara itu, Refly Harun menceritakan sejarah keputusan Mahkamah Konstitusi di tahun 2014.

"MK menjawab bahwa pasal 6a merupakan aturan untuk calon yang lebih dari dua, sementara itu, pada tahun 2014 kemudian Yudisial review terhadap UU 42 tahun 2008, dan MK mengatakan konstitusional bersyarat, sehingga kalau ada 2 calon tidak ada persebaran

kalau konteks 2019, ada kealpaan membentuk UU no 7 tahun 2017, tidak mencantum klausul ada 2 pasangan calon, tapi hal itu sudah ditambal oleh peraturan KPU yakni apabila ada suara terbanyak itu pemenangnya

Halaman
1234
Penulis: Wahyu Ardianti Woro Seto
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved