Empat TPS di Brebes Lakukan Penghitungan Ulang Surat Suara

"Bisa jadi karena faktor kelelahan karena waktu yang terlalu lama sehingga petugas kurang konsentrasi," imbuhnya

Empat TPS di Brebes Lakukan Penghitungan Ulang Surat Suara
Tribunjateng.com/M Zaenal Arifin
Petugas KPPS dan PPS di Kelurahan Brebes, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, melakukan penghitungan ulang surat suara untuk DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten di Kantor Kelurahan Brebes, Rabu (24/4/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, BREBES - Empat Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kelurahan Brebes, Kabupaten Brebes, dilakukan penghitungan ulang surat suara, Rabu (24/4/2019). Hal itu dilakukan karena ada ketidaksesuaian antara perolehan suara partai, caleg dan jumlah pemilih yang mencoblos.

Penghitungan ulang tersebut berdasarkan rekomendasi dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) saat dilakukan rekapitulasi suara di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Keempat TPS tersebut yakni TPS 22, 59, 60, dan 62.

Komisioner Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kecamatan Brebes, Daryono mengatakan, di empat TPS tersebut terjadi pembengkakan jumlah perolehan suara yang totalnya melebihi jumlah pemilih yang mencoblos. Dari perhitungannya, pembengkakan yang terjadi mencapai ratusan suara tiap TPS.

"Selisih jumlah suara dengan surat suara terlalu mencolok, jumlahnya lebih dari 100 tiap TPS. Sehingga diadakan penghitungan ulang surat suara," kata Daryono, di Kantor Kelurahan Brebes.

Ia menuturkan, penghitungan ulang itu dilakukan untuk tiga jenis surat suara yaitu surat suara DPRD Kabupaten, DPRD Provinsi dan DPR RI. Di lembar C1 Plano ketiganya, terdapat kesalahan penulisan sehingga terjadi pembengkakan.

Ia mencontohkan, di TPS 22, pemilih yang mencoblos ada 237 pemilih dari total 275 pemilih dalam DPT. Di TPS 62, ada 153 pemilih yang mencoblos dari total 210 pemilih dalam DPT. Namun setelah dilakukan penghitungan suara, jumlah total perolehan suara melebihi jumlah pemilih yang mencoblos.

"Jadi ada kesalahan penulisan jumlah perolehan suara saat penghitungan. Ada pemilih yang mencoblos partai dan nama caleg, itu ditulis dua suara untuk partai dan caleg. Sehingga terjadi dobel suara," jelasnya.

Harusnya, lanjutnya, yang demikian itu cukup ditulis satu suara saja untuk caleg. Begitu juga jika yang tercoblos hanya nama caleg, maka perolehan suara hanya untuk caleg.

Menurutnya, hal itu murni karena kesalahan penulisan saja tidak ada unsur kesengajaan. Karena, seluruh petugas baik jajaran KPPS, PPS maupun dari Pengawas TPS (PTPS), telah mendapatkan pembekalan teknis pemungutan suara.

"Bisa jadi karena faktor kelelahan karena waktu yang terlalu lama sehingga petugas kurang konsentrasi," imbuhnya.

Terkait penghitungan ulang tersebut, ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kelurahan Brebes, Warsan mengatakan, penghitungan ulang ini menggunakan lembar plano yang lama karena tidak disedikan dari Panitia Pemilu Kecamatan (PPK).

"Untuk C1 menggunakan yang baru. Hasilnya nanti, C1 yang lama yang sudah dibagikan tidak berlaku. Kami gantikan dengan C1 yang baru hasil penghitungan ulang ini," katanya.

Kesalahan penulisan tersebut, katanya, bisa jadi karena kurang pahamnya petugas dalam hal teknis pengisian plano dan C1. Hal itu terjadi selain faktor kelelahan, juga diduga karena sebagian petugas KPPS tidak mengikuti proses bimbingan teknis (Bimtek) yang diberikan KPU.

"Entah karena lelah, paham atau tidak paham, yang jelas begitu caleg dapat suara juga ditambahkan suara di partainya. Sehingga angkanya bertambah, dan tidak sesuai dengan jumlah pemilih yang mencoblos," paparnya. (Nal)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved