Siap Taklukkan Lawan di Kompetisi Paralayang TROI, Tiwi Latihan Terbang Enam Kali Sehari

Paragliding Trip Of Indonesia (TROI) bakal digelar di Kabupaten Batang, Jawa Tengah tepatnya di Bukit Sikuping, Desa Kedawung, Kecamatan Banyuputih.

Siap Taklukkan Lawan di Kompetisi Paralayang TROI, Tiwi Latihan Terbang Enam Kali Sehari
TRIBUN JATENG/DINA INDRIANI
Para atlet paralayang sedang sibuk berlatih di Bukit Sikupung, Desa Kedawung, Banyuputih, Batang, Rabu (24/4/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Paragliding Trip Of Indonesia (TROI) bakal digelar di Kabupaten Batang, Jawa Tengah tepatnya di Bukit Sikuping, Desa Kedawung, Kecamatan Banyuputih.

Kegiatan Kementerian Pemuda dan Olahraga melalui Asisten Deputi Olahraga Rekreasi yang bekerja sama dengan Federasi Aero Sport Indonesia dan Pemkab tersebut bakal dihelat pada 25 sampai 28 April besok.

Ratusan atlet dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan sejumlah atket paralayang luar negeri pun ikut meramaikan event yang juga diadakan dalam memperingati hari ulang tahun Kabupaten Batang ke-53.

Kian mendekati hari kompetisi, para atlet yang telah datang di Kabupaten Batang sudah sibuk mempersiapkan diri dengan berlatih dan menguasai medan terbang di Bukit Sikuping.

Satu di antaranya atlet yang berasal dari Semarang, Tini Mariyana Pertiwi.

Gadis yang akrab disapa Tiwi ini tidak gentar menghadapi peserta lain.

Rasa optimis Tiwi dilandasi karena ia telah melakukan persiapan selama satu bulan sebelumnya dan latihan keras.

Bahkan Tiwi mengaku untuk menguasai medan ia harus terbang lima sampai enam kali setiap harinya.

"Untuk persiapan sudah dari satu bulan sebelumnya, setiap weekend pasti dan hari libur, menjajal dan latihan langsung agar mengetahui medan di Bukit Sikuping ini dengan terbang lima sampai enam kali sehari," ujarnya kepada Tribunjateng.com, Rabu (24/4/2019).

Dikatakannya latihan ini juga bertujuan untuk mengenal medan, karena setiap take off berbeda-beda dari tempat paralayang lainnya.

"Kalau dalam latihan selama ini kendala yang dihadapi adalah panas sehingga menyebabkan parasut susah turun apalagi dengan kondisi angin yang cukup kencang," ujarnya.

Atlet yang sudah pernah bertanding di event Pelatnas, Asian Games dan kejuaraan di Turki serta Kazaktan ini juga berharap even ini dapat memunculkan bibit - bibit atlit baru.

Sebab menurutnya peluang untuk mendapatkan prestasi bagi atlet perempuan sangat terbuka lebar.

“Olahraga untuk atlet perempauan itu kan jarang jadi untuk mendapatkan prestasi sangat terbuka lebar," pungkasnya. (din)

Penulis: dina indriani
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved