Kisah Petugas KPPS Kabupaten Pekalongan yang Meninggal Usai Mengawal Pesta Demokrasi

Penyelenggaraan Pemilu 2019 terus diwarnai kabar duka dari segala penjuru daerah.

Kisah Petugas KPPS Kabupaten Pekalongan yang Meninggal Usai Mengawal Pesta Demokrasi
TRIBUN JATENG/INDRA DWI PURNOMO
Pelayat menghantarkan jenazah Susiswo anggota KPPS TPS 07 Desa Kuwasen Kecamatan Kesesi Kabupaten Pekalongan ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karangjati, Kamis (25/04/2019). Tribunjateng/Indra Dwi Purnomo 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Penyelenggaraan Pemilu 2019 terus diwarnai kabar duka dari segala penjuru daerah.

Di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, sudah ada dua laporan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia pasca perhelatan pesta demokrasi.

Faktor kelelahan dinilai menjadi penyebab gugurnya Pahlawan Demokrasi.

Salah satunya Susiswo (68), petugas KPPS TPS 07, Desa Kuwasen, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan itu menghembuskan nafas di RSUD Kajen, Rabu, (23/04/2019) sore.

Pria 68 tahun itu diduga kelelahan akibat kesibukannya menjalankan tugas negara mengawal Pemilu selama sepekan terakhir.

"Bapak sebelum hari pencoblosan itu memang sibuk, mulai dari rapat sampai bagikan surat undangan ke warga hingga rekapitulasi di TPS selesai bapak tetap semangat menjalankan tugas tersebut," kata anak korban, Didik saat ditemui Tribunjateng.com di rumah duka, Kamis, (25/4/2019).

Menurut Didik, orang tuanya sering menjadi anggota KPPS apabila ada kegiatan pesta demokrasi.

Mengenai kesehatan ayahnya sendiri, orang tuanya mempunyai riwayat penyakit jantung.

"Sebelum meninggal, tidak mengeluh rasa sakit, mungkin karena kelelahan pasca pemilu terus di lanjutkan pergi mengikuti nifsu sya'ban di Tasikmalaya kesehatan ayahnya jadi drop.

Kalau riwayat penyakit jantung itu sudah lama mas,"jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Indra Dwi Purnomo
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved