Masuki Masa Pancaroba, Jateng Waspadai Penyakit Demam Berdarah

Memasuki masa pancaroba, peralihan dari musim hujan ke musim kemarau, masyarakat harus mulai waspada dengan kemunculan penyakit Demam Berdarah (DB).

Masuki Masa Pancaroba, Jateng Waspadai Penyakit Demam Berdarah
TRIBUN JATENG/IDAYATUL ROHMAH
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, dr. Yulianto Prabowo M.Kes usai menghadiri acara Pertemuan Peningkatan Kapasitas TGC dalam Penanganan Bencana/KLB Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah di Hotel Harris, yang berlangsung sejak Selasa (23/04/2019) hingga Kamis (25/04/2019). TRIBUN JATENG / IDAYATUL ROHMAH 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Memasuki masa pancaroba, peralihan dari musim hujan ke musim kemarau, masyarakat harus mulai waspada dengan kemunculan penyakit Demam Berdarah (DB).

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, dr. Yulianto Prabowo M.Kes, mengatakan, DB menjadi penyakit paling mengkhawatirkan di masa peralihan cuaca ini.

Menurutnya, terjadinya cuaca yang berubah-ubah menjadi sasaran nyamuk untuk bersarang di tempat-tempat penampungan air.

"Dari hujan ke kemarau cuaca hangat.

Kemudian kadang hujan, kadang tidak.

Jadi masih ada penampungan air untuk dipakai sebagai tempat perlindungan nyamuk, sehingga kita harus tetap waspada dengan DB," jelasnya usai Pertemuan Peningkatan Kapasitas TGC dalam Penanganan Bencana/KLB Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah di Hotel Harris, yang berlangsung sejak Selasa (23/04/2019) hingga Kamis (25/04/2019).

Ia melanjutkan, saat memasuki musim kemarau, masyarakat juga perlu waspada timbulnya penyakit lain terutama akibat kelangkaan air.

Menurutnya, kelangkaan air memiliki potensi timbul masalah kesehatan berbasis lingkungan.

Seperti timbulnya penyakit-penyakit akibat sanitasi yang buruk.

"Masalah kesehatan yang berbasis pada lingkungan ini bisa potensi diare, hepatitis kemudian mungkin disentri.

Itu harus kita waspadai," tambahnya.

Sementara itu, terkait penyakit DB yang sempat mewabah di daerah Sragen beberapa waktu lalu, Yulianto berharap tidak ada peningkatan di masa pancaroba ini.

"DB di Sragen terutama cukup tinggi di bulan Januari.

Harapan kami, penyakit DB di Jawa Tengah yang sudah mulai menurun ini jangan sampai meningkat lagi karena pancaroba," harapnya. (idy)

Penulis: Idayatul Rohmah
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved