Juara Dunia Paralayang Ikuti TROI Bukit Sikuping Kabupaten Batang

169 atlet nasional beradu ketangkasan dalam kompetisi TROI Paralayang di Bukit Sikuping, Desa Kedawung, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang

Juara Dunia Paralayang Ikuti TROI Bukit Sikuping Kabupaten Batang
TRIBUN JATENG/DINA INDRIANI
Beberapa atlet saat unjuk kebolehan menerbangkan paralayang dalam kompetisi TROI Paralayang di Bukit Sikuping, Batang, Jawa Tengah, Jumat (26/4/2019). 

TRIBUNJATENG.COM,BATANG - 169 atlet nasional beradu ketangkasan dalam kompetisi TROI Paralayang di Bukit Sikuping, Desa Kedawung, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Jumat (26/4/2019).

Tak hanya atlet nasional saja, ternyata peraih juara dunia paralayang Marsma TNI dr Elisa Samson Manueke turut mengikuti kegiatan yang digagas oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga melalui Asisten Deputi Olahraga Rekreasi yang bekerjasama dengan Federasi Aero Sport Indonesia dan Pemkab Batang.

Menurut Marsma TNI dr Elisa Samson Manueke, Bukit Sikuping sudah sesuai standar area paralayang dengan pemandangan yang cukup bagus dan menantang bagi pilot.

"Olahraga ekstrim paralayang Bukit Sikuping cukup bagus dan menantang bagi pilot, sehingga atlet harus memiliki keahlian yang betul - betul mahir untuk mengatasi turbulensi angin," ujarnya.

Ia juga mengaku sudah berkali - kali mencoba spot paralayang Bukit Sikuping, sehingga menyakini ke depan di Batang akan lahir bibit - bibit atlet pilot Paralayang yang handal.

"Batang sudah punya spot paralayang yang layak, sehingga ke depan bisa lahir atlet lokal pilot," ujarnya.

Namun, menurutnya akses jalan menuju Bukit Sikuping atau tempat take offnya belum diperbaiki, sehingga sedikit harus melalui medan yang cukup terjal

"Bukit Sikuping bisa dijadikan industri pariwisata dan olahraga industri, karena akan ada efek domino dari even tersebut,

namun juga harus menambah wahana wisata ekstrim lain sepeda gunung dan kolam renang," ujarnya.

Bupati Batang Wihaji mengatakan kejuaraan Paragliding TROI merupakan olahraga ekstrim yang terintegrasi wisata, yang akan mencetak atlet - atlet profesional dan berimbas pada ekonomi daerah.

"Ada warung - warung baru, parkir, ojek dan ada 150 atlet yang menginap di Desa Kedawung, sehingga tidak hanya mencetak atlet tapi juga ada perputaran ekonomi," ujarnya.

Meski sudah layak untuk dijadikan spot olahraga ekstrim Paralayang, namun diakuinya masih ada beberapa hal uang harus dibenahi.

"Bukit Sikuping sudah layak untuk kejuaraan maupun untuk wisata olahraga ekstrim,

hanya saja masih harus ada yang dibenahi segala sesuatu yang kurang seperti akses jalanya,

parkirnya lepas landas dan mendarat pilot paralayang," pungkasnya. (din)

Penulis: dina indriani
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved