Siklus Rob 3 Bulanan, Bupati Pekalongan Minta Masyarakat Pesisir Utara untuk Bersabar

Bencana banjir rob di pesisir Kabupaten Pekalongan terutama di Kecamatan Wonokerto diperkirakan akan terjadi selama bulan April hingga Juni mendatang.

Siklus Rob 3 Bulanan, Bupati Pekalongan Minta Masyarakat Pesisir Utara untuk Bersabar
Tribunjateng/ Indra Dwi Purnomo
Air Rob Pekalongan Utara 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Bencana banjir rob di pesisir Kabupaten Pekalongan terutama di Kecamatan Wonokerto diperkirakan akan terjadi selama bulan April hingga Juni mendatang.

Pasalnya, progress pembangunan tanggul penahan rob baru akan selesai pada akhir tahun 2019.

Oleh karena itu, Bupati Pekalongan Asip Kholbihi meminta masyarakat untuk bersabar menghadapi kemungkinan rob yang akan terjadi selama siklus rob di bulan April-Juni mendatang.

"Tiga bulan ini mohon bersabar karena mungkin akan ada genangan rob lagi dan saat ini sedang proses upaya penanggulangannya. Mudah-mudahan nanti jika sudah selesai bisa kita tanggulangi banjir rob ini,"kata Bupati Pekalongan Asip Kholbihi saat ditemui Tribunjateng.com usai meninjau rob di Kecamatan Wonokerto, Kamis (25/4/2019).

Menurutnya progress pembangunan tanggul saat ini masih 60 persen. Sehingga, masih ada dua sungai di wilayah pesisir yang belum ditutup sebagai tempat masuknya air rob ke pemukiman warga.

"Pemerintah Kabupaten Pekalongan mendukung penuh program tanggul penanggulangan banjir dan rob dari dana APBN dengan pola 'multiyears', yang nanti akan berakhir pada Desember 2019,"ujarnya.

Asip menjelaskan banjir rob masih terjadi karena Sungai Mrican dan Tratebang belum ditutup.

Tidak hanya itu rumah pompa juga masih dalam proses pembangunan.

"Mengapa masih ada rob, karena Sungai Mrican dan Sungai Tratebang belum ditutup. Mengapa belum ditutup, karena masih ada kapal dan belum disiapkan tambatannya,"ungkapnya.

Di Sungai Tratebang terdapat 100 unit kapal dan di Sungai Mrican ada 160 kapal. Ratusan kapal itu akan dipindah ke tempat tambatan yang baru.

Setelah ratusan itu pindah, dua sungai tersebut akan ditutup.

"Jika kapal sudah dipindah nanti sungai ditutup kemudian kita usulkan pula untuk adanya parapet maka saya meyakini rob ini sudah akan berkurang. Hari ini juga masih ada rob tapi secara faktual kondisinya sudah berbeda dengan adanya tanggul. Nanti ketika tanggul sudah selesai, 'long storage' sudah selesai, sungai sudah tertutup, pompa kita pasang, maka banjir rob semoga bisa teratasi,"tambahnya.

Asip mengungkapkan adannya pompa tersebut untuk antisipasi jika nanti ada genangan air hujan, sehingga air hujan tersebut akan dipompa ke sungai.

"Ini adalah sistem polder yang diterapkan dalam penanggulangan banjir rob di Kabupaten Pekalongan dan ini akan efektif sepanjang ada kerja sama yang baik. Alhamdulillah masyarakat sudah 'care', sudah menunggu program ini, tinggal persoalan kapal," ujar Asip. (Dro)

Penulis: Indra Dwi Purnomo
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved