Akibat Konsleting Listrik, Satu Rumah di Simbang Kulon Kajen Terbakar

Akibat konsleting listrik, satu rumah milik Sofyan warga Simbang Kulon GG 3, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah

Akibat Konsleting Listrik, Satu Rumah di Simbang Kulon Kajen Terbakar
ISTIMEWA
Petugas Damkar Kabupaten Pekalongan sedang memadamkan rumah yang terbakar di Simbang Kulon GG 3, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah terbakar sekitar pukul 17.30 WIB, Jumat (27/04/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Akibat konsleting listrik, satu rumah milik Sofyan warga Simbang Kulon GG 3, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah terbakar sekitar pukul 17.30 WIB, Jumat (27/04/2019).

Anggota Pemadam Kebakaran Kabupaten Pekalongan Suyodo, saat ditemui Tribunjateng.com, mengatakan ia mendapatkan laporan dari masyarakat bahwa terjadi kebakaran rumah dan lokasi kebakaran berada di daerah padat penduduk.

"Mendapatkan laporan sore mas sekitar pukul 17.30 WIB, lokasi kebakaran dekat dengan Kota Pekalongan akhirnya kita meminta bantuan dari Damkar Kota Pekalongan untuk meluncur ke lokasi kebakaran,"kata Suyodo saat ditemui di kantor Damkar Kabupaten Pekalongan, Sabtu (27/04/2019).

Setelah sampai di lokasi, armada Damkar Kabupaten Pekalongan tidak bisa masuk ke rumah yang terbakar karena mobilnya terlalu besar.

"Alhamdulillah, sudah ada mobil dari Damkar Kota Pekalongan yang berada di depan rumah yang terbakar, akhirnya Damkar Kabupaten Pekalongan membantu menyuplai air untuk Damkar Kota Pekalongan,"ungkapnya.

Suyodo mengungkapkan saat terjadinya kebakaran, Damkar Kabupaten Pekalongan menerjunkan tiga armada mobil pemadam kebakaran dengan kapasitas dua mobil yang bisa menampung air 5.000 liter dan satu mobil kapasitas 500 liter.

Api berhasil padam dua jam setelah terjadinya kebakaran

"Beruntungnya dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa hanya saja kerugian materi sekitar Rp 75 juta,"ujarnya.

Ia menambahkan apabila terjadi kebakaran di daerah padat penduduk dan di pegunungan kita selalu mengalami kesulitan. Karena tidak mempunyai armada yang bisa masuk ke gang-gang dan jauhnya lokasi kebakaran.

Oleh karena itu, Damkar Kabupaten Pekalongan perlu adanya penambahan armada dan pengembangan posko cabang.

"Kita masih butuh mobil Damkar dengan kapasitas 3.000 liter karena mobil tersebut bisa masuk ke gang-gang. Kemudian juga perlu adanya penambahan personil anggota Damkar dan yang paling penting yaitu pengembangan posko cabang yang berada di Kecamatan Wiradesa, Kecamatan Kedungwuni dan Kecamatan Kajen,"tambahnya. (Dro)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved