Bupati Pati Haryanto Tegaskan Jeruk Pamelo Produk Unggulan Pati

Bupati Pati Haryanto menghadiri kontes jeruk pamelo yang diadakan di Lapangan Desa Bageng, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Sabtu (27/4/2019).

Bupati Pati Haryanto Tegaskan Jeruk Pamelo Produk Unggulan Pati
Tribun Jateng/Mazka Hauzan Naufal
Bupati Pati Haryanto menghadiri kontes jeruk pamelo yang diadakan di Lapangan Desa Bageng, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Sabtu (27/4/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Bupati Pati Haryanto menghadiri kontes jeruk pamelo yang diadakan di Lapangan Desa Bageng, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Sabtu (27/4/2019).

Kontes yang memperlombakan varietas buah unggulan Kabupaten Pati tersebut diinisiasi oleh Kelompok Tani Sumber Rejeki.

Ketua Panitia kontes jeruk pamelo, Sutrisno mengatakan, sebanyak 101 peserta mengikuti kontes tersebut. Mereka berasal dari berbagai daerah di Kabupaten Pati.

"Kriteria penjuriannya antara lain adanya berbiji atau tidak, kelenturan daging buah, dan kadar manisnya. Jurinya dari Dinas Pertanian Kabupaten Pati, PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) Gembong, dan dua orang dari masyarakat umum," jelas Sutrisno.

Sutrisno mengatakan, pada mulanya ia dan teman-temannya menginisiasi lomba ini karena masa panen jeruk hampir berakhir. Selain itu, ia juga ingin turut mengenalkan jeruk pamelo sebagai produk unggulan Pati.

Sementara itu, Bupati Pati Haryanto mengaku mengapresiasi inisiatif masyarakat yang mengadakan kontes tersebut.

"Dengan adanya kontes ini, mudah-mudahan dapat mengurangi anggapan yang beredar di luar bahwa jeruk Pamelo bukan produk Pati," ujarnya.

Menurut Haryanto, banyak orang luar yang beranggapan bahwa jeruk pamelo berasal dari Kudus. Padahal, Kabupaten Pati memiliki sertifikat khusus yang menunjukkan bahwa jeruk pamelo ialah varietas unggulan asli Pati.

"Tidak perlu khawatir. Yang penting kita sosialisasikan dan kembangkan terus produk unggulan ini. Setiap ada pameran, kita ikut saja. Pasti laku," ungkap Haryanto.

Secara khusus, Haryanto juga memuji Kecamatan Gembong yang merupakan daerah produsen tanaman jeruk pamelo.

"Memang jeruk pamelo cocoknya di Gembong. Struktur tanahnya mendukung. Oleh karena itu, saya harap nanti produk pertanian ini bisa kita kembangkan terus. Tidak harus lahan yang luas. Tiap rumah bisa menanam lima atau enam pohon, nanti kami bantu menyediakan bibit," ungkapnya.

Kalau perlu, lanjut Haryanto, kalau masyarakat mengalami kesulitan dalam mengembangkan jeruk pamelo, PPL dan kelompok tani dapat dilibatkan untuk melakukan studi pengembangan. Mengenai biaya bisa mengandalkan APBD.

"Kita memang harus inovatif. Kalau tidak, bisa ketinggalan. Memang Pati kaya potensi. Masing-masing daerah punya produk unggulan. Tinggal bagaimana kita memanfaatkan dan meningkatkan produksi," tandasnya. (mzk)

Penulis: Mazka Hauzan Naufal
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved