Istimewanya Durian Shinta, Penggemar Rela Datang dari Jakarta Ke Semarang

Durian Shinta, durian organik dari Dusun Kebonlegi, Desa Rejosari, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang dikembangkan oleh Ragil Giali atau Mbah Ragil

Istimewanya Durian Shinta, Penggemar Rela Datang dari Jakarta Ke Semarang
Tribun Jateng/Amanda Rizqyana
Ragil Giali atau Mbah Ragil (70) menunjukkan Durian Shinta, durian organik dari Dusun Kebonlegi, Desa Rejosari, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang, beberapa waktu lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Amanda Rizqyana

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Mengupas ragam durian seolah tak akan ada habisnya.

Seiring perkembangannya, jenis dan nama durian makin banyak yang muncul.

Di tengah banyaknya nama-nama baru seperti Musangking, Bawor, Pelangi dan lainnya, durian organik tetap mampu bersaing.

BREAKING NEWS : Bocah Tenggelam di Galian Brown Canyon Rowosari Semarang, Pencarian Terkendala Hujan

Ibu Bunuh Diri Bawa Bayinya di Jembatan Serayu Cilacap, Kenali Gejala Baby Blues

Perampokan di Pabelan Semarang, Dini Hari Rumah Mulyono Didatangi Lima Orang Bermasker

Durian Shinta, durian organik dari Dusun Kebonlegi, Desa Rejosari, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang dikembangkan oleh Ragil Giali atau Mbah Ragil (70), demikian ia akrab disapa.

Ragil mengembangkan durian menggunakan pupuk organik, pestisida organik, dan buah matang pohon.

"Durian Shinta tidak menggunakan pupuk buatan.

Kami menggunakan pupuk kandang dari kambing.

Pupuk kandang sudah mengandung nitrogen, fosfor, dan kalsium yang seimbang dan sesuai untuk pohon durian," urai Ragil saat ditemui di kediamannya, beberapa waktu lalu.

Sementara untuk penyemprotan tanaman ia menggunakan pestisida nabati sehingga durian yang dihasilkan dipastikan tidak mengandung racun.

Halaman
1234
Penulis: amanda rizqyana
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved