Karena Hal Ini, Kadar Gula Darah Emak-Emak di Karangayu Semarang Dicek Mahasiswa Stikes Telogorejo

Internasional Diabetes Federation pada 2017 merilis data apabila Indonesia menjadi negara peringkat keenam jumlah penderita diabetes terbanyak.

Karena Hal Ini, Kadar Gula Darah Emak-Emak di Karangayu Semarang Dicek Mahasiswa Stikes Telogorejo
TRIBUN JATENG/AKBAR HARI MUKTI
Seorang warga Kelurahan Karangayu Kecamatan Semarang Barat Kota Semarang dicek kadar gula darah dan tensinya oleh mahasiswi Stikes Telogorejo Semarang, Minggu (28/4/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Internasional Diabetes Federation pada 2017 merilis data apabila Indonesia menjadi negara peringkat keenam jumlah penderita diabetes terbanyak di dunia.

Pengecekan secara berkala penyakit tersebut di masyarakat pun menjadi hal penting dilakukan agar persebarannya bisa ditekan.

Dan sebagai wujud konkret cara itu, seperti yang dilakukan para mahasiswa Podi Profesi Ners Stikes Telogorejo Semarang, Minggu (28/4/2019).

Mereka mengecek kadar gula darah dan tensi masyarakat Karangayu Kecamatan Semarang Barat Kota Semarang.

Selain cek kadar gula darah dan tensi, emak-emak dan lansia di Kelurahan Karangayu itu juga diberi konseling tentang penyakit diabetes.

Wahyu Adhi, mahasiswa Stikes Telogorejo Semarang itu mengatakan, pengecekan dilakukan karena sebagian warga Kelurahan Karangayu menderita penyakit diabetes melitus.

"Penyuluhan kesehatan tentang diabetes melitus, juga senam kaki diabetes perlu kami lakukan karena sebagian besar masyarakat menderita penyakit itu," ujarnya.

Penanganan bagi warga yang terlanjur terkena diabetes menurutnya tidak mudah.

Karena berhubungan dengan asupan makanan sehari-hari.

"Mereka tak boleh makan sembarangan. Dan diatur jam makannya dengan gizi seimbang. Tak terlalu banyak glukosa atau gula," ungkapnya.

Sekitar 200 masyarakat pun mengikuti cek gula darah dan penyuluhan.

Lurah Karangayu, Sutarti menilai pengecekan gula darah bagi warganya penting dilakukan.

Terlebih karena beberapa warga di wilayahnya memang menderita penyakit tersebut.

"Ada tindakan pencegahan yang disosialisasikan bagi yang tak terkena diabetes," ujarnya. (Akbar Hari Mukti)

Penulis: akbar hari mukti
Editor: deni setiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved