Dedy Yon Beri Santunan Pada Keluarga Almarhum ASN Yang Meninggal Saat Bertugas Jadi Panwaslu

Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Tegal, meninggal dunia setelah kelelahan menjalankan tugas sebagai Komisioner Panwaslu di tempat asalnya

Dedy Yon Beri Santunan Pada Keluarga Almarhum ASN Yang Meninggal Saat Bertugas Jadi Panwaslu
IST
Walikota Tegal Dedy Yon Supriyono memberikan santunan kepada istri seorang ASN di Kota Tegal yang meninggal dunia. 

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Tegal, meninggal dunia setelah kelelahan menjalankan tugas sebagai Komisioner Panwaslu di tempat asalnya, Kecamatan Brebes pada, Senin (22/4/2019).

Walikota Tegal Dedy Yon Supriyono, mengunjungi keluarga korban serta memberikan santunan kematian kepada ahli waris Abdul Ghofur di jalan Sunan Gunung Jati, Kelurahan Limbangan Wetan, Kabupaten Brebes, Senin (29/4/2019).

Almarhum Abdul Ghofur merupakan ASN yang bertugas sebagai guru di SDN 10 Tegalsari Kota Tegal.

Kakak kandung korban, Fahkrurozi mengatakan, almarhum meninggal diduga akibat kelelahan setelah menjalankan tugas sebagai Panwaslu kecamatan.

Menurutnya beberapa hari sebelum meninggal, korban masih mengawasi perhitungan suara di kecamatan.

Setelah almarhum merasa tidak enak badan, kemudian keluarga membawanya ke rumah sakit.

"Tapi naas, setelah sempat mendapat perawatan almarhum dinyatakan meninggal," jelasnya.

Dedy Yon Supriyono mengatakan, ia sengaja berkoordinasi dengan PT Taspen agar bisa memberikan pelayanan prima kepada para ASN yang dalam pengabdiannya meninggal.

Adanya layanan tersebut, menjadikan ahli waris yang sedang berduka tidak perlu mengurus adiministrasi ke Kantor PT Taspen di Pekalongan.

"Keluarga cukup melapor ke Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Tegal.

Nanti pihak PT Taspen lah yang akan mendatangi keluarga korban," katanya.

Dalam kesempatan itu Dedy juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.

Ia menyampaikan umur, rezeki, dan jodoh sudah menjadi rahasia Tuhan.

"Hidup harus terus berlanjut. Ibu Inda harus kuat. Anak juga harus tetap sekolah," ungkap Dedy kepada istri korban. (fba)

Penulis: Fajar Bahruddin Achmad
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved