Yati Pesek dan Marwoto Kewer Main Ketoprak Humor, Bupati Sragen Jadi Pemeran Utamanya

Jajaran Forkopimda Kabupaten Sragen hibur masyarakat Sragen dengan pentas ketoprak humor yang diselenggarakan di Alun-alun Sasono Langen Putro, Selas

Yati Pesek dan Marwoto Kewer Main Ketoprak Humor, Bupati Sragen Jadi Pemeran Utamanya
TRIBUN JATENG/MAHFIRA PUTRI MAULANI
Pentas Ketoprak Humor di Alun-alun Sasono Langen Putro Kabupaten Sragen, Selasa (30/4/2019) 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN - Jajaran Forkopimda Kabupaten Sragen hibur masyarakat Sragen dengan pentas ketoprak humor yang diselenggarakan di Alun-alun Sasono Langen Putro, Selasa (30/4/2019) malam.

Ketoprak ini adalah serangkaian acara yang diselenggarakan Kabupaten Sragen peringatan HUT Kabupaten Sragen ke-273.

Pentas ketoprak humor dengan lakon “Karang Gading Sukowati”ini dimainkan oleh pejabat teras Kabupaten Sragen serta dimeriahkan oleh bintang tamu Marwoto Kewer dan Yati Pesek.

Mulai dari Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati berperan sebagai Nyai Demang, Wakil Bupati Sragen Dedy Endriyatno sebagai Wongso atau Lurah karang gading terpilih, jajaran Forkopimda yang berperan sebagai Punggawa Kademangan yang bernama Mbesur, Merto, Wiryo Mangun, Wiryo Noto, Wiryo Digdoyo, Wiryo Kunci dan Wiryo Bodro.

Tidak ketinggalan sang bintang tamu Marwoto Kewer sebagai Pranoto (Suami Nyai Demang) dan Yati pesek sebagai istri Wongso.

Kehadiran sejumlah pejabat teras Kabupaten Sragen dalam pentas ketoprak humor kemarin malam, membuat ribuan masyarakat yang hadir tidak berhenti tertawa dengan tingkahnya.

Pentas ketoprak humor ini menceritakan tentang sebuah kabupaten yang dipimpin Nyai Demang ada sebuah kelurahan bernama Karang Gading yang terdapat konflik karena pemilihan lurah dimana salah satu calon (Pak Mbesur) tidak terima atas terpilihnya lawannya sebagai lurah terpilih (Pak Wongso) di Karang Gading.

Keduanya, mempunyai putra dan putri yang saling mencintai bernama Sukro dan Melati, namun hubungan mereka terhalang karena bapak dari Melati (Pak Mbesur) tidak merestui hubungan mereka sebab ia tidak suka dengan Pak Wongso / bapaknya Sukro.

Nyai Demang pun berhasil mendamaikan mereka, sehingga Melati dan Sukro bisa bersatu serta Pak Wongso dan Pak Mbesur juga kembali damai dan rukun.

Dalam penampilannya, cerita ketoprak ini menghimbau agar seluruh elemen masyarakat bisa Guyub dan Rukun setelah pemilihan apapun hasilnya.

Sementara itu Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyampaikan peringatan hari jadi Kabupaten Sragen tahun ini menjadi momentum untuk melakukan perubahan.

“Bukan saja demi kepentingan diri pribadi, keluarga, dan masyarakat, tetapi juga bagi nilai-nilai kemanusiaan dalam ruang lingkup yang lebih luas.” ujarnya.

Yuni menyampaikan terselenggaranya ketoprak ini ialah salah satu Pemerintah Daerah untuk menjadi cooling system setelah pemilu.

"Saya sangat berterima kasih kepada warga Sragen yang telah menggunakan hak pilihnya, partisipasi pemilih mencapai 80%," ujarnya.

Dirinya menyapaikan masyarakat sudah mengerti arti demokrasi yang sesungguhnya.

Yuni berharap pascapemilu masyarakat agar ikut menjaga situasi, kondusifitas wilayah agar Kab Sragen tetap guyub rukun. (uti)

Penulis: Mahfira Putri Maulani
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved