Anak Sedang Sakit, Bolehkah Diberi Vaksin? Ini Penjelasan Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia

Banyak orang tua yang tentu masih bertanya-tanya, bolehkah si anak divaksin ketika sedang sakit?

Anak Sedang Sakit, Bolehkah Diberi Vaksin? Ini Penjelasan Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia
TRIBUN JATENG/IDAYATUL ROHMAH
Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr. Fitri Hartanto, Sp.A(K) saat menjadi narasumber di Radio Prambors bersama dr. Anastasia Tri Yuli Susanti, MH, Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinkes Jateng. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Banyak orang tua yang tentu masih bertanya-tanya, bolehkah si anak divaksin ketika sedang sakit?

Menjawab keraguan orang tua, Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr. Fitri Hartanto, Sp.A(K) menyampaikan, pemberian vaksin kepada anak dapat ditunda.

dr Fitri menjelaskan, penundaan dapat dilakukan hingga anak sudah dirasa sembuh atau bisa dikatakan saat orang tua sudah merasa yakin anaknya divaksin.

"Dalam kaitannya dengan program vaksinasi ini, kita bisa memberikan kenyamanan kepada orang tua supaya tidak terjadi pikiran yang berlebihan.

Maka anak yang terlihat sakit itu walaupun sebetulnya tidak apa-apa, pemberian vaksin bisa kita tunda," jelasnya usai menghadiri acara radio bersama dr. Anastasia Tri Yuli Susanti, MH, Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinkes Jateng baru-baru ini.

Namun, kata dr. Fitri, kendati telah dilakukan penundaan, petugas harus tetap mencatat anak tersebut belum divaksin.

Hal itu agar nantinya ketika sembuh, vaksinasi pada anak dapat diteruskan mengingat pentingnya vaksin dalam menekan angka penularan penyakit.

"Kita harus tangkap bahwa anak ini belum divaksin. Tercatat di situ sehingga ketika anak itu sudah sehat, bisa kita vaksin," ujarnya.

Sementara itu, menjawab kemungkinan kegagalan vaksin, dr Fitri mengaku dibutuhkan petugas kesehatan yang berkompeten.

Hal itu agar tidak terjadi kejadian ikutan pasca imunisasi akibat kesalahan program.

"Kalau sakitnya kontra indikasi kemudian divaksin, itu salah, artinya tenaga kesehatan belum siap.

Ia belum tau kalau itu kontra indikasi. Kita harapkan petugas kesehatan tidak melakukan ini karena masuk kejadian ikutan pasca imunisasi karena kesalahan program," paparnya. (idy)

Penulis: Idayatul Rohmah
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved